Kebahagiaan Menjadi Mitra Allah

Renungan Minggu, 4 Juli 2010

Dalam Alkitab banyak sekali lukisan yang menjelaskan hubungan kita dengan Allah. Kadang kala kita dilukiskan sebagai ciptaan dan Allah sebagai Pencipta, kita digambarkan sebagai hamba dan Allah sebagai Tuan. Kadang kita juga diibaratkan sebagai anak dan Allah sebagai Bapa, atau kita sebagai domba dan Allah sebagai Gembala dan sebagainya.

Tetapi tema hari ini mau mengingatkan kita suatu hubungan yang luar biasa bahwa Allah menjadikan kita sebagai “mitra”-Nya. Mitra Allah berarti Allah menjadikan kita rekan, kawan atau teman kerja-Nya. (I Korintus 3:9). Adalah hal yang luar biasa jika Sang Pencipta, mau bekerja sama dengan ciptaan-Nya. Sang Penebus bekerja bersama yang ditebusNya. Allah yang Mahakudus menjadikan kita manusia berdosa sebagai kawan sekerja-Nya.

Di sinilah kita disadarkan bahwa kita dipanggil bukan hanya untuk percaya kepada Allah saja dan menerima berkat-berkat-Nya, tetapi juga untuk bekerja bersama Dia. Allah bekerja sejak awal dan sampai sekarang (Kejadian 1, Yohanes 5:17, 9:4). Dan Dia mengajak kita mengambil bagian atau berpartisipasi dalam pekerjaan-Nya mendatangkan kebaikan dan kesejahteraan bagi dunia ini.

Jika Allah menjadikan kita mitra-Nya, ini berarti kita adalah orang yang dipercaya Allah, orang yang dianggap mampu atau dianggap cakap untuk mengerjakan urusan Kerajaan Allah. Ini juga berarti Allah telah mengubah status kita yang semula musuh menjadi rekan kerja.

Apa yang diharapkan jika kita sebagai mitra Allah? Menjadi mitra Allah bukan seperti suatu kongsi usaha, yang mengharapkan keuntungan bagi hasil. Tetapi bersama Allah menghadirkan syalom bagi seluruh ciptaan, khususnya keselamatan manusia dari dosa. Hasilnya bukan untuk kita, tetapi melalui itu kita akan mengalami kebahagiaan, kepuasan, sukacita yang bersifat kekal. Kiranya Tuhan memampukan kita menjadi mitra-Nya.

Leksionari Alkitab:

  1. Yesaya 66:10-14
  2. Mazmur 66:1-9
  3. Galatia 6:1-16
  4. Lukas 10:1-11, 16-20

Nyanyian Jemaat:

  1. NKB 3:1,3
  2. NKB 5:1,2
  3. NKB 73:1,2
  4. NKB 38:1,5
  5. NKB 197
  6. NKB 143:1,3
  7. NKB 80
  8. NKB 85:1,2

Comments

  1. wiloso says

    Firman ini sangat membantu saya untuk merenung ulang tentang identitas dan jati diri sebagai orang Kristen dan hampa Tuhan/pelayan. Bekerja sama dan saling mendukung dan melengkapi pekerjaan Tuhan Adalah kunci. Allah sang pengatur/ manager jemaat tentu harus ditaati. Siapa yang punya kepentingan diluar itu, tentu bukanlah pelayan, oke, makasih Tuhan memberkati kita, amen.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.