• Syaloom
  • Kebaktian
    • Jadwal Kegiatan
    • Tata Ibadah
    • Etika Beribadah
  • Sejarah
    • Ini Aku, Utuslah Aku
    • Pos KPK Harapan Indah (Maret 1994 – Maret 1998)
    • Bakal Jemaat (Maret 1998 – Oktober 1999)
    • GKI Harapan Indah (Oktober 1999 – Sekarang)
    • Klasis Priangan GKI Sinode Wilayah Jawa Barat
  • Profil
    • Komisi
      • Komisi Anak
      • Komisi Remaja
      • Komisi Pemuda
      • Komisi Kairos
      • Komisi Wanita
      • Komisi Usia Indah
      • Komisi Musik
    • Visi dan Misi
    • Pengerja
    • Badan Hukum
    • Lokasi
    • Bakal Pos – Jemaat Mandiri GKI Symphony
    • Sekilas Situs
  • Rekening
  • Download
    • Rekap Kidung Jemaat (KJ)
    • Rekap Nyanyikanlah Kidung Baru (NKB)
    • Rekap Pelengkap Kidung Jemaat (PKJ)
    • Video Kegiatan
  • Warta-Liturgi Jemaat
  • Live Streaming
Skip to content
GKI Harapan Indah

GKI Harapan Indah

Jalan Taman Kenanga Blok HA Nomor 4 – 5, Kota Harapan Indah, Bekasi 17131, Jawa Barat, Indonesia

  • Syaloom
  • Kebaktian
    • Jadwal Kegiatan
    • Tata Ibadah
    • Etika Beribadah
  • Sejarah
    • Ini Aku, Utuslah Aku
    • Pos KPK Harapan Indah (Maret 1994 – Maret 1998)
    • Bakal Jemaat (Maret 1998 – Oktober 1999)
    • GKI Harapan Indah (Oktober 1999 – Sekarang)
    • Klasis Priangan GKI Sinode Wilayah Jawa Barat
  • Profil
    • Komisi
      • Komisi Anak
      • Komisi Remaja
      • Komisi Pemuda
      • Komisi Kairos
      • Komisi Wanita
      • Komisi Usia Indah
      • Komisi Musik
    • Visi dan Misi
    • Pengerja
    • Badan Hukum
    • Lokasi
    • Bakal Pos – Jemaat Mandiri GKI Symphony
    • Sekilas Situs
  • Rekening
  • Download
    • Rekap Kidung Jemaat (KJ)
    • Rekap Nyanyikanlah Kidung Baru (NKB)
    • Rekap Pelengkap Kidung Jemaat (PKJ)
    • Video Kegiatan
  • Warta-Liturgi Jemaat
  • Live Streaming

Renungan

Allah Tri Tunggal Mengasihi Kita

- 30 Mei 2010 | 13 Agustus 2011 - admin 2 minutes read

Renungan Minggu, 30 Mei 2010

Bicara tentang Kristus berarti pula bicara tentang Trinitas sebagaimana yang dihayati gereja Orthodoks dalam pengakuan iman Nicea Konstantinopel.

Di I Korintus 3:11, rasul Paulus menyatakan: “Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus”. Dalam konteks ini Kristus sebagai peletak dasar utama dalam agama atau iman Kristen. Hakikat keesaan Allah bukanlah sesuatu yang berasal dari pemikiran teologis atau filsafat manusia. Karena keesaan Allah dalam gereja Orthodoks sudah diasumsikan bahwa Allah telah esa sejak kekal. Allah yang kekal inilah yang menyatakan diri dalam Kristus.

Di Yohanes 17:5 menyaksikan: “Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada”. Jelas, bahwa keberadaan Kristus selaku Anak telah ada sebelum dunia diciptakan. Kristus memiliki kemuliaan yang kekal.

Roh Kudus dipahami gereja Orthodoks sebagai pembela atau penolong yang mewakili pribadi yang lain. Di Yohanes 14:15-16 Tuhan Yesus meminta kepada Bapa untuk mengutus Roh Kudus sebagai penolong yang lain, yaitu: “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya”. Artinya kehadiran Roh Kudus adalah mewakili kehadiran Kristus. Roh Kudus bertindak untuk menjadi penghadir Kristus.

Relasi Trinitas Allah sebagai Bapa-Anak-Roh Kudus merupakan suatu jalinan kasih. Di mana Bapa sebagai subyek yang mengasihi, dan Anak sebagai obyek yang dikasihi. Namun pada sisi lain Anak sebagai subyek yang mengasihi, dan Bapa sebagai yang dikasihi.

Leksionari Alkitab:

  1. Amsal 8:1-4, 22-31
  2. Mazmur 8
  3. Roma 5:1-5
  4. Yohanes 16:12-15

Nyanyian Jemaat

  1. KJ 20:1,4,5
  2. PKJ 14 (2x)
  3. KJ 30a:1,3
  4. KJ 358:1,3
  5. PKJ 148
  6. KJ 266:1,3

Navigasi pos

Warta Jemaat Minggu, 30 Mei 2010
KJ 085 – Kusongsong Bagaimana

1 thought on “Allah Tri Tunggal Mengasihi Kita”

  1. Caroline berkata:
    3 Juni 2012 pukul 04:07:31

    Selama ini saya merenung terus ttg topik ini. Jujur saya mulai bimbang. Saya berpikir bhw betul Tuhan Allah adalah Esa. Tapi, sebagai zat yg suci, mana mungkin Dia punya “anak”? Bgm Tuhan memiliki sifat seperti manusia? Yesus adalah “roh kudus”. Dia turun membawa Kitab Injil. Dia adalah manusia, Nabi bukan anak Tuhan! Sebelumnya Adam malah diciptakan Allah tanpa ibu & tanpa ayah! Saya juga ragu Yesus, entah nabi, lebih2 sebagai tuhan telah “disalib”. Masa Tuhan disalib?? Dari mata hati saya sekalipun, saya tidak bisa menerima hal ini.

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

  • YouTube
  • Foto
  • Warta Mingguan
    • Penatalayanan Kebaktian
    • Persekutuan
    • Renungan
    • Ringkasan Kegiatan
    • Statistik Kegiatan
    • Warta Jemaat
  • Nyanyian Jemaat
    • Kidung Jemaat (KJ)
    • Nyanyikanlah Kidung Baru (NKB)
    • Pelengkap Kidung Jemaat (PKJ)
  • Warta Tahunan
    • Bulan Keluarga
    • HUT GKI Harapan Indah
    • HUT PPK Tabitha
    • Jadwal Paskah
    • Jadwal Natal
    • Majalah Talenta

Warta dan Liturgi Jemaat

Warta Jemaat, Minggu 18 Oktober 2026
Liturgi, Minggu 18 Oktober 2026
Liturgi, Minggu 11 Oktober 2026

Tulisan Terakhir

  • Warta Jemaat, Minggu, 18 Oktober 2026
  • Belajar Memilih
  • Warta Jemaat, Minggu, 11 Oktober 2026
  • Belajar Kembali
  • Warta Jemaat, Minggu, 04 Oktober 2026
  • Belajar Mendengar
  • Kerjakanlah Keselamatanmu!
  • Warta Jemaat, Minggu, 20 September 2026
  • Allah Itu Baik
  • Warta Jemaat, Minggu, 13 September 2026
  • Instagram
  • YouTube
  • Facebook
  • Spotify
  • TikTok
  • Mail
myGKIHI+

Aplikasi myGKIHI+

Temukan di Google Play Unduh di App Store
Powered by WordPress Theme: BlogX by wpthemespace.com