• Syaloom
  • Kebaktian
    • Jadwal Kegiatan
    • Tata Ibadah
    • Etika Beribadah
  • Sejarah
    • Ini Aku, Utuslah Aku
    • Pos KPK Harapan Indah (Maret 1994 – Maret 1998)
    • Bakal Jemaat (Maret 1998 – Oktober 1999)
    • GKI Harapan Indah (Oktober 1999 – Sekarang)
    • Klasis Priangan GKI Sinode Wilayah Jawa Barat
  • Profil
    • Komisi
      • Komisi Anak
      • Komisi Remaja
      • Komisi Pemuda
      • Komisi Kairos
      • Komisi Wanita
      • Komisi Usia Indah
      • Komisi Musik
    • Visi dan Misi
    • Pengerja
    • Badan Hukum
    • Lokasi
    • Bakal Pos – Jemaat Mandiri GKI Symphony
    • Sekilas Situs
  • Rekening
  • Download
    • Rekap Kidung Jemaat (KJ)
    • Rekap Nyanyikanlah Kidung Baru (NKB)
    • Rekap Pelengkap Kidung Jemaat (PKJ)
    • Video Kegiatan
  • Warta-Liturgi Jemaat
  • Live Streaming
Skip to content
GKI Harapan Indah

GKI Harapan Indah

Jalan Taman Kenanga Blok HA Nomor 4 – 5, Kota Harapan Indah, Bekasi 17131, Jawa Barat, Indonesia

  • Syaloom
  • Kebaktian
    • Jadwal Kegiatan
    • Tata Ibadah
    • Etika Beribadah
  • Sejarah
    • Ini Aku, Utuslah Aku
    • Pos KPK Harapan Indah (Maret 1994 – Maret 1998)
    • Bakal Jemaat (Maret 1998 – Oktober 1999)
    • GKI Harapan Indah (Oktober 1999 – Sekarang)
    • Klasis Priangan GKI Sinode Wilayah Jawa Barat
  • Profil
    • Komisi
      • Komisi Anak
      • Komisi Remaja
      • Komisi Pemuda
      • Komisi Kairos
      • Komisi Wanita
      • Komisi Usia Indah
      • Komisi Musik
    • Visi dan Misi
    • Pengerja
    • Badan Hukum
    • Lokasi
    • Bakal Pos – Jemaat Mandiri GKI Symphony
    • Sekilas Situs
  • Rekening
  • Download
    • Rekap Kidung Jemaat (KJ)
    • Rekap Nyanyikanlah Kidung Baru (NKB)
    • Rekap Pelengkap Kidung Jemaat (PKJ)
    • Video Kegiatan
  • Warta-Liturgi Jemaat
  • Live Streaming

Renungan

Murid yang Sejati

- 14 September 2024 | 13 September 2024 - admin 2 minutes read

Renungan Minggu, 15 September 2024

Tidak banyak orang  yang benar-benar menyadari bahwa perbuatan dan kelemahannya adalah dampak dari ketidaktahuannya. Fenomena “gagal paham” dan asbun (asal bunyi) membuktikan bahwa seringkali manusia bertindak tanpa pemahaman yang benar.

Ketika seseorang gagal  memahami dengan benar, besar kemungkinan perkataannya akan menjadi sesuatu yang sia-sia dan bahkan menghasilkan respon atau perbuatan yang tidak benar. Karenanya, seseorang perlu memahami betul apa yang dia katakan dan lakukan, sehingga menampakkan satu keutuhan nilai dan mutu.

Lidah bukan sekadar alat untuk ‘menciptakan’ kata-kata, sebab melaluinya kita dapat menyampaikan pesan, pendapat, maksud, dan tujuan yang baik pada orang lain. Telinga juga tidak hanya berfungsi sebagai alat pendengaran, tetapi juga pembelajaran hidup. Begitu pula dengan tangan; ia mewujudkan keyakinan dan kebenaran yang sejati itu dalam perbuatan yang bernilai guna bagi dunia.

Bacaan leksionari kita memperlihatkan sudut-sudut penting terkait murid yang sejati; keselarasan antara pemahaman, perkataan, dan perbuatan. Bacaan Injil Markus 8:27-38 memperlihatkan  kisah  pengakuan dan sekaligus pengenalan para murid terhadap pribadi Yesus.

Untuk pertama kalinya, para murid yang diwakili oleh Petrus mengakui kemesiasan Yesus. Namun, pengakuan Petrus itu ternyata belum ‘sejalan’ dengan konsep Mesias yang sesungguhnya, sehingga Petrus ditegur oleh Yesus. Pengakuan akan Tuhan semestinya selaras dengan maksud dan tujuan Tuhan itu sendiri.

Lidah semestinya tidak hanya melahirkan janji dan pengakuan, tetapi  juga komitmen yang kuat terhadap panggilan Tuhan dalam hidup sehari-hari sebagai murid-Nya. Oleh karenanya, Yesaya 50:4-9 kemudian mengingat-kan kita untuk belajar menempatkan diri sebagai murid; memiliki lidah dan pendengaran layaknya seorang murid,  yang terbuka serta tidak berhenti untuk terus belajar.

Sebelum kita berkata-kata dengan lidah, ada baiknya untuk kita pertama-tama mengasah pendengaran itu di hadapan Allah. Hal itu dilakukan supaya dengan perkatan itu, kita dapat “memberikan semangat baru kepada orang yang letih lesu” (Yes. 50: 4).

Pun bacaan kedua, Yakobus 3:1-12, menggambarkan pentingnya peranan lidah dan perkataan itu dalam kehidupan. Memperhatikan keselarasan antara pikiran, perkataan dan berbuatan,  kita sedang membangun diri kita dan kehidupan layaknya seorang murid yang sejati. (Dian Penuntun Edisi 38).

Bacaan Alkitab:

  1. Yesaya 50:4-9
  2. Mazmur 116:1-9
  3. Yakobus 3:1-12
  4. Markus 8:27-38

Nyanyian Jemaat:

  1. NKB 35:1-3
  2. KJ 408:1-3
  3. KJ 372:1-3
  4. Mazmur 116:1-9
  5. NKB 167:1,3
  6. NKB 191:1-3

Navigasi pos

Warta Jemaat, Minggu, 8 September 2024
Kebaktian Minggu, 15 September 2024

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

  • YouTube
  • Foto
  • Warta Mingguan
    • Penatalayanan Kebaktian
    • Persekutuan
    • Renungan
    • Ringkasan Kegiatan
    • Statistik Kegiatan
    • Warta Jemaat
  • Nyanyian Jemaat
    • Kidung Jemaat (KJ)
    • Nyanyikanlah Kidung Baru (NKB)
    • Pelengkap Kidung Jemaat (PKJ)
  • Warta Tahunan
    • Bulan Keluarga
    • HUT GKI Harapan Indah
    • HUT PPK Tabitha
    • Jadwal Paskah
    • Jadwal Natal
    • Majalah Talenta

Warta dan Liturgi Jemaat

Warta Jemaat, Minggu 18 Oktober 2026
Liturgi, Minggu 18 Oktober 2026
Liturgi, Minggu 11 Oktober 2026

Tulisan Terakhir

  • Warta Jemaat, Minggu, 18 Oktober 2026
  • Belajar Memilih
  • Warta Jemaat, Minggu, 11 Oktober 2026
  • Belajar Kembali
  • Warta Jemaat, Minggu, 04 Oktober 2026
  • Belajar Mendengar
  • Kerjakanlah Keselamatanmu!
  • Warta Jemaat, Minggu, 20 September 2026
  • Allah Itu Baik
  • Warta Jemaat, Minggu, 13 September 2026
  • Instagram
  • YouTube
  • Facebook
  • Spotify
  • TikTok
  • Mail
myGKIHI+

Aplikasi myGKIHI+

Temukan di Google Play Unduh di App Store
Powered by WordPress Theme: BlogX by wpthemespace.com