• Syaloom
  • Kebaktian
    • Jadwal Kegiatan
    • Tata Ibadah
    • Etika Beribadah
  • Sejarah
    • Ini Aku, Utuslah Aku
    • Pos KPK Harapan Indah (Maret 1994 – Maret 1998)
    • Bakal Jemaat (Maret 1998 – Oktober 1999)
    • GKI Harapan Indah (Oktober 1999 – Sekarang)
    • Klasis Priangan GKI Sinode Wilayah Jawa Barat
  • Profil
    • Komisi
      • Komisi Anak
      • Komisi Remaja
      • Komisi Pemuda
      • Komisi Kairos
      • Komisi Wanita
      • Komisi Usia Indah
      • Komisi Musik
    • Visi dan Misi
    • Pengerja
    • Badan Hukum
    • Lokasi
    • Bakal Pos – Jemaat Mandiri GKI Symphony
    • Sekilas Situs
  • Rekening
  • Download
    • Rekap Kidung Jemaat (KJ)
    • Rekap Nyanyikanlah Kidung Baru (NKB)
    • Rekap Pelengkap Kidung Jemaat (PKJ)
    • Video Kegiatan
  • Warta-Liturgi Jemaat
  • Live Streaming
Skip to content
GKI Harapan Indah

GKI Harapan Indah

Jalan Taman Kenanga Blok HA Nomor 4 – 5, Kota Harapan Indah, Bekasi 17131, Jawa Barat, Indonesia

  • Syaloom
  • Kebaktian
    • Jadwal Kegiatan
    • Tata Ibadah
    • Etika Beribadah
  • Sejarah
    • Ini Aku, Utuslah Aku
    • Pos KPK Harapan Indah (Maret 1994 – Maret 1998)
    • Bakal Jemaat (Maret 1998 – Oktober 1999)
    • GKI Harapan Indah (Oktober 1999 – Sekarang)
    • Klasis Priangan GKI Sinode Wilayah Jawa Barat
  • Profil
    • Komisi
      • Komisi Anak
      • Komisi Remaja
      • Komisi Pemuda
      • Komisi Kairos
      • Komisi Wanita
      • Komisi Usia Indah
      • Komisi Musik
    • Visi dan Misi
    • Pengerja
    • Badan Hukum
    • Lokasi
    • Bakal Pos – Jemaat Mandiri GKI Symphony
    • Sekilas Situs
  • Rekening
  • Download
    • Rekap Kidung Jemaat (KJ)
    • Rekap Nyanyikanlah Kidung Baru (NKB)
    • Rekap Pelengkap Kidung Jemaat (PKJ)
    • Video Kegiatan
  • Warta-Liturgi Jemaat
  • Live Streaming

Renungan

Tidak ada yang mustahil

- 13 Juni 2026 | 4 Juli 2026 - admin 2 minutes read

“Adakah yang mustahil bagi Tuhan?” merupakan pertanyaan retoris yang jawabannya adalah tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Namun, kenyataannya ada saja hal yang membuat jawaban pertanyaan ini menciptakan ketegangan di antara “mustahil” dan “tidak mustahil”. Misalnya, ketika berjumpa dengan orang yang sudah dalam keadaan tidak berdaya, dalam keadaan terminal, hidupnya bergantung peralatan, dan secara medis memang tidak ada harapan.

Dalam keadaan di persimpangan jalan seperti itu, satu pihak menyarankan untuk terus berdoa karena tidak ada yang mustahil, sementara pihak lainnya menyarankan untuk berserah karena mustahil bisa disembuhkan dan sehat kembali. Menghadapi kondisi tersebut, manusia seakan berada di persimpangan jalan, apakah percaya bahwa tidak ada yang mustahil, ataupun menerima bahwa kesembuhan dalam situasi yang parah adalah kemustahilan?

Abraham dan Sara berhadapan dengan situasi ketegangan untuk memahami bahwa pada masa tua, mereka akan beroleh seorang anak. Abraham dan Sara sangat tahu diri bahwa mereka sudah lanjut usia dan menyadari bahwa memiliki anak adalah kemustahilan, mengingat kondisi mereka. Selain itu, masa penantian yang sudah berlangsung sekian lama membuat mereka sulit untuk percaya. Untuk meneguhkan dan menguatkan mereka, Tuhan hadir menampakkan diri dan mengulangi janji-Nya yang akan segera ditepati. Tuhan juga hadir untuk meneguhkan dan menuntun mereka percaya kepada-Nya. Tuhan menuntun mereka untuk meyakini bahwa tidak ada yang mustahil bagi Tuhan.

Allah sanggup bekerja dalam hal yang mustahil. Namun, bukan berarti manusia dapat memaksakan diri supaya Allah selalu bertindak dalam kemustahilan. Manusia perlu membangun sikap beriman dan berserah diri kepada Allah supaya Allah dapat bekerja sesuai dengan kehendak-Nya dalam kehidupan. Dalam ketidakmengertian atas apa yang sedang dihadapi, menyatakan tidak ada yang mustahil bagi Tuhan adalah bentuk penyerahan diri kepada kuasa dan pekerjaan Tuhan, tetapi bukan memaksa supaya Tuhan bekerja dalam kemustahilan.

Tuhan memang sanggup bekerja melampaui segala kemustahilan jika Ia mau, tetapi kapan, bagaimana, kepada siapa, dan untuk apa Tuhan melakukan itu, sepenuhnya berada dalam kedaulatan Tuhan. Tugas manusia adalah percaya kepada kedaulatan Tuhan itu dengan melakukan yang terbaik supaya yang tampak mustahil dapat diupayakan dengan benar, sambil juga bersiap dengan kerendahan hati ketika yang diharapkan memang adalah sesuatu yang mustahil. (Dian Penuntun Edisi 42)

Bacaan Alkitab

  1. Kejadian 18:1-15;
  2. Mazmur 116:1-2,12-19;
  3. Roma 5:1-8;
  4. Matius 9:35-10:8

Nyanyian Jemaat:

  1. NKB 8:1,3,4;
  2. KJ 37:1-3;
  3. KJ 400:1-3;
  4. KJ 450:1-3;
  5. PKJ 140:1,3

Navigasi pos

Warta Jemaat, Minggu,07 Juni 2026
Warta Jemaat, Minggu, 14 Juni 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

  • YouTube
  • Foto
  • Warta Mingguan
    • Penatalayanan Kebaktian
    • Persekutuan
    • Renungan
    • Ringkasan Kegiatan
    • Statistik Kegiatan
    • Warta Jemaat
  • Nyanyian Jemaat
    • Kidung Jemaat (KJ)
    • Nyanyikanlah Kidung Baru (NKB)
    • Pelengkap Kidung Jemaat (PKJ)
  • Warta Tahunan
    • Bulan Keluarga
    • HUT GKI Harapan Indah
    • HUT PPK Tabitha
    • Jadwal Paskah
    • Jadwal Natal
    • Majalah Talenta

Warta dan Liturgi Jemaat

Warta Jemaat, Minggu 18 Oktober 2026
Liturgi, Minggu 18 Oktober 2026
Liturgi, Minggu 11 Oktober 2026

Tulisan Terakhir

  • Warta Jemaat, Minggu, 18 Oktober 2026
  • Belajar Memilih
  • Warta Jemaat, Minggu, 11 Oktober 2026
  • Belajar Kembali
  • Warta Jemaat, Minggu, 04 Oktober 2026
  • Belajar Mendengar
  • Kerjakanlah Keselamatanmu!
  • Warta Jemaat, Minggu, 20 September 2026
  • Allah Itu Baik
  • Warta Jemaat, Minggu, 13 September 2026
  • Instagram
  • YouTube
  • Facebook
  • Spotify
  • TikTok
  • Mail
myGKIHI+

Aplikasi myGKIHI+

Temukan di Google Play Unduh di App Store
Powered by WordPress Theme: BlogX by wpthemespace.com