Pada Minggu yang lalu, perenungan firman Tuhan menekankan bahwa Tuhan memanggil setiap keluarga untuk mengenal dan melakukan kehendak-Nya dalam kehidupan setiap hari. Setiap hari adalah kesempatan baru bagi umat untuk memulai langkah baru hidup dalam ketaatan pada kehendak Tuhan. Namun, di dalam praktiknya, hal tersebut tidak selalu mudah untuk dilakukan, bahkan dapat berujung pada kegagalan.
Dalam realitas kehidupan sehari-hari, keluarga Kristen diperhadapkan dengan berbagai macam tantangan yang tidak jarang amat melelahkan secara fisik, psikis, dan juga spiritual. Pada kondisi tersebut, tidak jarang keluarga yang seharusnya menjadi pusat pertumbuhan iman dan karakter dapat berubah menjadi ladang konflik dan ketidakharmonisan. Keluarga menjadi kehilangan semangat rohani, bahkan melupakan kehadiran Tuhan dalam kehidupan mereka. Kegagalan dalam mengenal dan melakukan kehendak Tuhan mengakibatkan rusaknya relasi dengan Tuhan dan sesama.
Meskipun demikian, di tengah kegagalan tersebut selalu terdapat undangan dari Tuhan untuk kembali kepada-Nya. Undangan ini merupakan undangan Tuhan kepada umat-Nya untuk dipulihkan. Undangan pemulihan dari Tuhan adalah kasih karunia-Nya yang dengan murah hati Ia berikan. Tuhan mengundang umat-Nya untuk mengalami pemulihan sejati dalam relasi dengan-Nya dan dengan sesama.
Dalam konteks kehidupan berkeluarga, Tuhan memanggil keluarga untuk juga mengalami pemulihan yang sejati dalam relasi dengan sesama anggota keluarga. (Dian Penuntun Edisi 42)
Bacaan Alkitab
Nyanyian
- KJ 46:1,2,5;
- PKJ 37:1-2;
- NAG S14;
- KJ 393:1-3;
- KJ 400:1-3;










