“Hidup adalah memilih.” Pernyataan ini hendak menegaskan bahwa setiap hari, setiap saat, manusia diperhadapkan pada berbagai pilihan. Setiap pilihan memberikan dampak bagi kehidupan pribadi dan keluarga. Di dalam kehidupan saat ini yang serba cepat dan kompetitif, setiap keluarga diperhadapkan pada banyak pilihan dan tekanan. Karier, pendidikan, keuangan, sosial media, hingga kebutuhan materi dan status sosial, semuanya bersaing memperebutkan waktu dan perhatian.
Hidup adalah soal prioritas. Pilihan seseorang untuk didahulukan serta yang ditempatkan di tempat yang terutama akan membentuk identitasnya dan menjadi panduan langkahnya.
Prioritas memperlihatkan apa yang paling penting dan paling bernilai dalam kehidupan. Tanpa prioritas yang jelas, kehidupan pribadi dan keluarga akan mudah terseret arus kehidupan yang merusak. Kehilangan prioritas yang tepat adalah awal dari banyak persoalan dalam kehidupan: komunikasi terputus antar anggota keluarga kelelahan emosional, konflik yang yang berujung kehancuran rumah tangga, stagnasi dalam pertumbuhan iman, dan banyak dampak buruk lain yang membuat keluarga kehilangan tujuannya sebagai tempat pertumbuhan iman dan pembentukan karakter yang sesuai dengan kehendak Tuhan.
Sebaliknya, keluarga yang mampu menetapkan prioritas yang tepat di mata Tuhan dan hidup berdasarkan kehendakNya akan menjadi keluarga yang kuat, sehat secara mental dan spiritual, serta memberikan dampak yang positif bagi kehidupan bersama di gereja dan masyarakat. Oleh sebab itu, kemampuan untuk dapat menetapkan apa yang menjadi prioritas kehidupan menjadi sangat penting.
Pada minggu pertama bulan Oktober, umat diingatkan akan pentingnya memulai langkah baru bersama Tuhan dalam memulai kehidupan setiap harinya. Sementara ini, pada Minggu kedua Oktober, umat diingatkan bahwa pribadi dan keluarga pun bisa gagal dalam melakukan kehendak Allah. Akan tetapi, Tuhan tetap mengasihi dan karena itu umat dipanggil untuk menerima undangan Allah untuk menciptakan pemulihan dalam keluarga.
Oleh sebab itu, hal penting yang perlu dimiliki oleh keluarga yang telah dipulihkan adalah berkomitmen untuk memulai langkah baru kehidupan setiap harinya, Keluarga yang mendengarkan dan melakukan kehendak Tuhan akan menetapkan prioritas yang tepat seperti yang Tuhan kehendaki dalam kehidupan sehari-hari. (Dian Penuntun Edisi 42)
Bacaan Alkitab
Nyanyian
- KJ 405:1-3;
- PKJ 42:1-3;
- KJ 138:1-2;
- PKJ 149:1-3;
- NAG S14;









