Renungan Minggu, 12 Oktober 2025
Setiap orang yang masih hidup di dunia ini tidak akan pernah lepas dari persoalan dan pergumulan. Persoalan itu kadang sangat berat dan membuat orang tidak memiliki harapan untuk mendapatkan solusi bagi pergumulannya.
Persolan yang berat tidak jarang membuat orang berpikir bahwa dirinya adalah orang yang paling malang sehingga membuatnya tenggelam atau mencari jalan pintas yang instan, yang sebenarnya bisa merugikan dan menyesatkan.
Ketika mengalami persoalan, seseorang bisa juga menjadi orang yang menyalahkan Tuhan, kehilangan harapan, berpikir negatif, dan tidak lagi memiliki semangat untuk terus mencoba mencari solusi.
Sebagai orang beriman, umat diajak untuk memiliki iman bahwa Tuhan itu Allah yang tidak pernah meninggalkan kita. Pada saat menghadapi berbagai kesulitan, umat diajak untuk sungguh-sungguh memiliki semangat dan ketekunan dan ketaatan itu.
Setiap orang diingatkan agar memiliki daya juang yang kuat serta tidak mudah menyerah. Bagian penting dari proses berjuang adalah tetap percaya bahwa Tuhan terus hadir di dalam kehidupan kita. Pada sisi lain, manusia harus terus berikhtiar dan mengusahakan bagian-bagian yang bisa dikerjakan. Dalam usaha dan perjuangan itu, umat harus tetap taat pada kehendak Tuhan.
Pada saat mengalami persoalan, semestinya orang menemukan refleksi dari pergumulan yang mereka alami. Refleksi terbaik adalah ketika orang bisa bersyukur dengan peristiwa itu, bukan hanya pada saat persoalan itu sudah selesai dan sudah ada solusinya, tetapi juga belajar tentang banyak hal dari peristiwa itu.
Yang sering terjadi adalah manusia melewatkan dan melupakan begitu saja peristiwa yang dialaminya. Umat, sebagai keluarga, dapat melihat pergumulan dengan kacamata iman sebagai sebuah anugerah, yang menolong kita untuk selalu mengucap syukur kepada Tuhan. (Dian Penuntun Edisi 40).
Bacaan Alkitab:
Nyanyian Jemaat:
- PKJ 242:1-2
- PKJ 43:1-4
- PPK 115:1-3
- KK 387:1-2
- NKB 165:1-3
Tinggalkan Balasan