Renungan Minggu, 08 Februari 2025
Orang sering kali lebih fokus pada tampilan luar daripada sesuatu yang lebih hakiki. Sesuatu atau seseorang yang memiliki penampilan baik dan menarik kerap mendapat perhatian lebih dibandingkan mereka yang sesungguhnya memiliki kualitas yang utuh dan mendalam. Akibatnya, yang dikejar bukanlah hal-hal yang sungguh penting—seperti kebenaran firman Tuhan—melainkan hal-hal yang tampak indah, menarik, tetapi sebenarnya tidak bermakna. Tidak jarang, semua itu bahkan dibungkus dengan kesan rohani demi memperoleh penghormatan semu dari lingkungan sekitar.
Orang dengan sikap demikian sejatinya bukan tidak memahami pesan firman Tuhan. Misalnya, ketika mempelajari identitas sebagai garam dan terang dunia, tujuan belajar firman bukan untuk mewartakan Allah, melainkan agar dirinya dipandang sebagai orang yang saleh dan religius. Melalui apa yang ia lakukan, ia bahkan dapat memperoleh keuntungan-keuntungan sesaat yang membuat hidup terasa lebih nyaman.
Bacaan leksionari Minggu ini mengingatkan kita untuk kembali menggali hal yang utama dalam menggumulkan hidup yang berdampak, yaitu hidup seturut kebenaran Allah secara penuh dan utuh, bukan hanya pada lapisan luarnya. Para pengikut Kristus diajak untuk kembali menyadari bahwa kehadiran mereka di dunia bukanlah suatu kebetulan. Tuhan menghendaki agar kehadiran umat-Nya membawa dampak yang baik dan, sebisa mungkin, menuntun orang lain untuk turut merasakan kebaikan Allah yang telah lebih dahulu dialami oleh para pengikut-Nya.
Semua itu hanya dapat terjadi apabila hidup para pengikut Kristus berada di bawah pimpinan Roh Kudus. Tanpa pimpinan Roh Kudus, hidup dalam kebenaran sejati adalah sesuatu yang mustahil. Oleh karena itu, memohon pimpinan dan kuasa Roh Kudus dalam kehidupan sehari-hari merupakan hal yang perlu terus diupayakan dan diperjuangkan.
Ketika kebenaran sejati dinyatakan, kebahagiaan yang lahir pun akan jauh lebih dalam, menguatkan, dan bertahan lebih lama. Kebahagiaan tersebut bukan berasal dari pujian manusia, melainkan dari Tuhan sendiri. Dengan menemukan kembali esensi kehidupan ini, setiap pengikut Kristus diperlengkapi dan siap diutus Allah untuk hadir dan berkarya di tengah dunia.
Bacaan Alkitab
Nyanyian Jemaat
- KJ 1: 1-2;
- Semua Karena Anugerah-Nya;
- NKB 208:1-2;
- NKB 204:1,2,4;
Tinggalkan Balasan