Renungan Minggu, 4 Mei 2025 – Paskah 3
Minggu ini adalah Minggu Paskah III, Minggu yang bernama “Misericordias Domini” (Kasih Setia Tuhan).
Kasih Setia Tuhan terjadi dalam kehidupan-Nya tetap menggembalakan para murid yang sedang berada di tengah ketiadaan tujuan hidup. Kehadiran-Nya mampu mengubah hidup para murid yang tak memiliki tujuan hidup menjadi hidup yang punya tujuan berarti.
Kehadiran Tuhan bahkan mampu mengubah seorang penganiaya radikal menjadi murid yang taat. Inilah bentuk kasih Tuhan yang dinyatakan dalam pengembalaan-Nya. Penggembalaan dalam terminologi Kristen tentu sudah tidak asing bagi kita.
Penggembalaan dalam konteks kekristenan kita pahami bukan sekadar merunjuk jenis pekerjaan menggembalakan hewan atau ternak, melainkan pada sikap hidup yang menjaga, membimbing, dan mendampingi yang digembalakan.
Pengembalaan dalam konteks kekristenan semakin menantang, mengingat yang digembalakan bukanlah ternak atau hewan, melainkan sesama manusia, tentu dengan segala kompleksitasnya. Hal inilah yang membuat penggembalaan kadang terasa tidak mudah dan melelahkan.
Meski tidak mudah, kesediaan untuk hidup saling menggembalakan adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kasih dan iman kita kepada Tuhan Yesus Kristus. Namun sejauh mana panggilan penggembalaan tersebut harus dijalankan? Spiritualotas apa yang seharusnya mendasari sebuah karya penggembalaan?
Melalui bacaan hari ini, umat akan belajar tentang Tuhan yang dengan penuh kasih setia menggembalakan para murid pada saat mereka dalam keadaan tertekan. Dengan memahami kesetiaan dan kasih Tuhan tersebut umat juga akan belajar untuk memberikan respons yang tepat akan kasih-Nya, yaitu dengan hidup saling menggembalakan. (Dian Penuntun Edisi 39).
Bacaan Alkitab:
Nyanyian Jemaat:
- PKJ 17:1-2
- PKJ 40:1-2
- KJ 144B:1,3
- MAZMUR 30
- PKJ 128:1-3
- NKB 188:1-3
Tinggalkan Balasan