Renungan Minggu, 08 Maret 2026 (Pra Paskah III)
Dalam Keluaran 17:1–7, bangsa Israel mengalami kehausan di padang gurun dan mulai meragukan kehadiran Tuhan. Namun, Tuhan tetap menunjukkan kasih dan kesetiaan-Nya dengan menyediakan air bagi mereka. Kisah ini mengingatkan kita bahwa dunia di sekitar kita pun banyak yang “haus” secara rohani. Melalui gereja-Nya, Tuhan ingin menghadirkan air hidup bagi mereka yang merindukan pengharapan dan pemulihan.
Teladan itu terlihat dalam perjumpaan Yesus dengan perempuan Samaria (Yohanes 4:5–42). Yesus melintasi batas-batas sosial dan budaya untuk menjangkau seseorang yang dianggap terpinggirkan. Dengan kasih-Nya, Ia memulihkan hidup perempuan itu dan menawarkan “air hidup” yang memuaskan dahaga jiwa. Dari perjumpaan tersebut lahirlah kesaksian yang membawa banyak orang datang kepada Yesus. Inilah panggilan gereja: menjangkau mereka yang haus akan kasih Tuhan.
Namun gereja tidak hanya dipanggil untuk menjangkau, tetapi juga untuk membangun. Dalam Roma 5:1–11, kita diingatkan bahwa kehidupan orang percaya dibangun di atas damai sejahtera dengan Allah dan kasih Kristus yang memulihkan. Sementara itu, Mazmur 95 mengajak umat Tuhan untuk datang menyembah Dia dan mendengarkan suara-Nya. Persekutuan yang kuat lahir dari hati yang taat dan terbuka kepada Tuhan.
Di hari ulang tahun ke-32 jemaat GKI Harapan Indah, sekaligus dalam rangka Bulan Misi 2026, kita diingatkan bahwa misi dan persekutuan harus berjalan bersama. Gereja dipanggil untuk terus menjangkau dunia, sekaligus membangun tubuh Kristus dengan kasih.
Kiranya gereja kita semakin menjadi gereja yang “Menjangkau dan Membangun”: menjadi saluran air hidup bagi dunia yang haus, sekaligus menjadi rumah yang meneguhkan dan membangun iman satu sama lain.
Tinggalkan Balasan