• Syaloom
  • Kebaktian
    • Jadwal Kegiatan
    • Tata Ibadah
    • Etika Beribadah
  • Sejarah
    • Ini Aku, Utuslah Aku
    • Pos KPK Harapan Indah (Maret 1994 – Maret 1998)
    • Bakal Jemaat (Maret 1998 – Oktober 1999)
    • GKI Harapan Indah (Oktober 1999 – Sekarang)
    • Klasis Priangan GKI Sinode Wilayah Jawa Barat
  • Profil
    • Komisi
      • Komisi Anak
      • Komisi Remaja
      • Komisi Pemuda
      • Komisi Kairos
      • Komisi Wanita
      • Komisi Usia Indah
      • Komisi Musik
    • Visi dan Misi
    • Pengerja
    • Badan Hukum
    • Lokasi
    • Bakal Pos – Jemaat Mandiri GKI Symphony
    • Sekilas Situs
  • Rekening
  • Download
    • Rekap Kidung Jemaat (KJ)
    • Rekap Nyanyikanlah Kidung Baru (NKB)
    • Rekap Pelengkap Kidung Jemaat (PKJ)
    • Video Kegiatan
  • Warta-Liturgi Jemaat
  • Live Streaming
Skip to content
GKI Harapan Indah

GKI Harapan Indah

Jalan Taman Kenanga Blok HA Nomor 4 – 5, Kota Harapan Indah, Bekasi 17131, Jawa Barat, Indonesia

  • Syaloom
  • Kebaktian
    • Jadwal Kegiatan
    • Tata Ibadah
    • Etika Beribadah
  • Sejarah
    • Ini Aku, Utuslah Aku
    • Pos KPK Harapan Indah (Maret 1994 – Maret 1998)
    • Bakal Jemaat (Maret 1998 – Oktober 1999)
    • GKI Harapan Indah (Oktober 1999 – Sekarang)
    • Klasis Priangan GKI Sinode Wilayah Jawa Barat
  • Profil
    • Komisi
      • Komisi Anak
      • Komisi Remaja
      • Komisi Pemuda
      • Komisi Kairos
      • Komisi Wanita
      • Komisi Usia Indah
      • Komisi Musik
    • Visi dan Misi
    • Pengerja
    • Badan Hukum
    • Lokasi
    • Bakal Pos – Jemaat Mandiri GKI Symphony
    • Sekilas Situs
  • Rekening
  • Download
    • Rekap Kidung Jemaat (KJ)
    • Rekap Nyanyikanlah Kidung Baru (NKB)
    • Rekap Pelengkap Kidung Jemaat (PKJ)
    • Video Kegiatan
  • Warta-Liturgi Jemaat
  • Live Streaming

Renungan

Keluarga yang Beriman dan Berbelaskasihan

- 21 Oktober 2016 - admin 2 minutes read

Renungan Minggu, 23 Oktober 2016

Menjadi seorang Kristen, bukanlah akhir dari sebuah proses beriman. Selesainya kelas katekisasi bukan berarti berhentinya pelajaran iman. Memasukkan anak-anak ke sekolah minggu bukanlah menggantikan peran orang-tua untuk menjadi teladan iman bagi anak-anaknya. Mengikuti ibadah minggu bukanlah cara bayar hutang kepada Tuhan. Kekristenan adalah proses membuka hati dan menjalin relasi dengan Allah yang Mahahadir.

Menjalin relasi dengan Allah bukanlah ketika kita membenarkan diri di hadapan Allah, lalu menyingkirkan mereka yang kita cap “berdosa”. Allah mendekatkan diri kepada orang yang memohon belaskasihan.

Seringkali masyarakat atau bahkan gereja memiliki stigma-stigma negatif tertentu terhadap manusia yang mendapat cap “berdosa”. Stigma tersebut dikaitkan pada pekerjaan atau posisi kehidupan atau bahkan menyangkut suku, agama, ras, dan golongan dari seseorang, misalnya: polisi merazia adalah mencari uang tambahan, penyanyi dangdut adalah penjual tubuh, penderita HIV adalah pendosa, orang gereja tertentu adalah sesat, agama lain itu kafir, dan sebagainya.

Begitu banyak stigma masyarakat yang dibuat terhadap sesama manusia, sehingga membuat manusia hidup berjarak dengan orang lain, menjatuhkan atau menghancurkan orang lain demi terlihat baik dan benar; stigma yang kemudian seakan membuat seseorang sah untuk melakukan kekerasan atau penyingkiran terhadap sesama manusia. Hal ini juga membatasi celah untuk seseorang mengenal orang lain secara lebih tepat dan adil.

Dalam Lukas 18: 9-14, Yesus memberikan perumpamaan untuk mengajar orang yang merasa diri benar. Yesus menyatakan bahwa Allah mendekatkan diri kepada mereka yang merasa jauh dari Allah dan memberi belas kasihan kepada mereka. Kedekatan relasi iman kita dengan Allah sepatutnya berbuahkan karakter belas kasihan saat memandang mereka “yang dianggap bersalah”.

Iman kepada Allah sudah sepatutnya berbuahkan belas kasihan terhadap sesama manusia. Paling tidak di dalam kehidupan keluarga, kita tidak memberikan stigma negatif apa pun terhadap orang lain, termasuk anggota keluarga kita sendiri, yang dipandang bersalah. Malah sebaliknya, kita tetap mau berelasi dengannya, memaafkannya, dan bahkan mendoakannya demi kebaikannya. (HY).

Bacaan Alkitab:

  1. Yeremia 14:7-10, 19-22
  2. Mazmur 84:1-8
  3. 2 Timotius 4:6-8, 16-18
  4. Lukas 18:9-14

Nyanyian Jemaat:

  1. NKB 35:1-3
  2. PKJ 242:1-2
  3. KJ 329:1,3,5
  4. PKJ 288:1,2,4
  5. PKJ 138
  6. NKB 138: 1-2

Navigasi pos

Warta Jemaat Minggu, 16 Oktober 2016
Kebaktian Minggu, 23 Oktober 2016

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

  • YouTube
  • Foto
  • Warta Mingguan
    • Penatalayanan Kebaktian
    • Persekutuan
    • Renungan
    • Ringkasan Kegiatan
    • Statistik Kegiatan
    • Warta Jemaat
  • Nyanyian Jemaat
    • Kidung Jemaat (KJ)
    • Nyanyikanlah Kidung Baru (NKB)
    • Pelengkap Kidung Jemaat (PKJ)
  • Warta Tahunan
    • Bulan Keluarga
    • HUT GKI Harapan Indah
    • HUT PPK Tabitha
    • Jadwal Paskah
    • Jadwal Natal
    • Majalah Talenta

Warta dan Liturgi Jemaat

Warta Jemaat, Minggu 25 Oktober 2026
Liturgi, Minggu 18 Oktober 2026
Liturgi, Minggu 11 Oktober 2026

Tulisan Terakhir

  • Warta Jemaat, Minggu, 25 Oktober 2026
  • Belajar Mewariskan
  • Warta Jemaat, Minggu, 18 Oktober 2026
  • Belajar Memilih
  • Warta Jemaat, Minggu, 11 Oktober 2026
  • Belajar Kembali
  • Warta Jemaat, Minggu, 04 Oktober 2026
  • Belajar Mendengar
  • Kerjakanlah Keselamatanmu!
  • Warta Jemaat, Minggu, 20 September 2026
  • Instagram
  • YouTube
  • Facebook
  • Spotify
  • TikTok
  • Mail
myGKIHI+

Aplikasi myGKIHI+

Temukan di Google Play Unduh di App Store
Powered by WordPress Theme: BlogX by wpthemespace.com