• Syaloom
  • Kebaktian
    • Jadwal Kegiatan
    • Tata Ibadah
    • Etika Beribadah
  • Sejarah
    • Ini Aku, Utuslah Aku
    • Pos KPK Harapan Indah (Maret 1994 – Maret 1998)
    • Bakal Jemaat (Maret 1998 – Oktober 1999)
    • GKI Harapan Indah (Oktober 1999 – Sekarang)
    • Klasis Priangan GKI Sinode Wilayah Jawa Barat
  • Profil
    • Komisi
      • Komisi Anak
      • Komisi Remaja
      • Komisi Pemuda
      • Komisi Kairos
      • Komisi Wanita
      • Komisi Usia Indah
      • Komisi Musik
    • Visi dan Misi
    • Pengerja
    • Badan Hukum
    • Lokasi
    • Bakal Pos – Jemaat Mandiri GKI Symphony
    • Sekilas Situs
  • Rekening
  • Download
    • Rekap Kidung Jemaat (KJ)
    • Rekap Nyanyikanlah Kidung Baru (NKB)
    • Rekap Pelengkap Kidung Jemaat (PKJ)
    • Video Kegiatan
  • Warta-Liturgi Jemaat
  • Live Streaming
Skip to content
GKI Harapan Indah

GKI Harapan Indah

Jalan Taman Kenanga Blok HA Nomor 4 – 5, Kota Harapan Indah, Bekasi 17131, Jawa Barat, Indonesia

  • Syaloom
  • Kebaktian
    • Jadwal Kegiatan
    • Tata Ibadah
    • Etika Beribadah
  • Sejarah
    • Ini Aku, Utuslah Aku
    • Pos KPK Harapan Indah (Maret 1994 – Maret 1998)
    • Bakal Jemaat (Maret 1998 – Oktober 1999)
    • GKI Harapan Indah (Oktober 1999 – Sekarang)
    • Klasis Priangan GKI Sinode Wilayah Jawa Barat
  • Profil
    • Komisi
      • Komisi Anak
      • Komisi Remaja
      • Komisi Pemuda
      • Komisi Kairos
      • Komisi Wanita
      • Komisi Usia Indah
      • Komisi Musik
    • Visi dan Misi
    • Pengerja
    • Badan Hukum
    • Lokasi
    • Bakal Pos – Jemaat Mandiri GKI Symphony
    • Sekilas Situs
  • Rekening
  • Download
    • Rekap Kidung Jemaat (KJ)
    • Rekap Nyanyikanlah Kidung Baru (NKB)
    • Rekap Pelengkap Kidung Jemaat (PKJ)
    • Video Kegiatan
  • Warta-Liturgi Jemaat
  • Live Streaming

Renungan

Bersama Mengukir Narasi Cinta Bagi Bangsa

- 24 Agustus 2018 | 24 Agustus 2018 - admin 2 minutes read

Renungan Minggu, 26 Agustus 2018 – HUT Ke-30 GKI

Di tengah ulang tahun GKI yang ke-30 ini adalah penting merenungkan kembali keberadaan GKI di tengah kehidupan berbangsa. Mengapa dalam kehidupan berbangsa? Karena identitas GKI terlihat melalui namanya. GKI menyebut diri sebagai Gereja Kristen Indonesia, bukan Gereja Kristen di Indonesia. Itu berarti GKI mengakui diri sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang beragam.

Ditambah lagi kehidupan berbangsa saat ini membutuhkan peran serta anak-anak bangsanya. Hal ini bukan berarti melibatkan gereja dalam politik praktis dalam arti terjun dalam kancah politik. Lebih mendasar dari itu, peran gereja di tengah bangsa ini adalah mendidik umat untuk terlibat dalam politik secara santun, adil, dan beradab.

Adalah kenyataan yang tak terelakkan, bahwa kerap gereja enggan terlibat dalam dunia politk. GKI sebagai gereja dengan latar belakang suku Tionghoa keturunan seringkali, sedikit atau banyak, alergi terhadap kehidupan politik. Sikap semacam ini tidak datang begitu saja, tetapi berangkat dari pengalaman traumatik yang mungkin dialami orang Kristen keturunan Tionghoa yang kerap disebut double minority ini.

Namun secara apresiatif kita juga memiliki tokoh-tokoh yang berperan dalam kehidupan berbangsa. Sebutlah T.B. Simatupang, Eka Darmaputera, dan nama lain yang keberadaannya turut berdampak dan diperhitungkan dalam aras nasional. Pengalaman ini menunjukkan bahwa GKI, setidaknya secara tidak langsung, telah turut mengambil bagian dalam narasi kehidupan berbangsa.

Kini peran serta GKI sangat dibutuhkan, untuk menjawab tangisan ibu pertiwi yang tercabik-cabik oleh aksi radikalisme. NKRI tengah digerogoti oleh berbagai kelompok – dengan jubah yang beragam – yang hanya berpikir untuk kelompoknya sendiri. Jika selama ini gereja menghidupi eksklusivitas sendirinya, sudah saat gereja berani keluar untuk menghadirkan perannya.

Peran yang dimainkan bukanlah turun ke jalan menggelar aksi tandingan. Berapa sih jumlah anggota GKI? Peran yang jauh dibutuhkan adalah menghadirkan anggota-anggota jemaat yang siap menghadirkan kasih Tuhan kepada semua orang, khususnya yang terpinggirkan. (Dian Penuntun).

Bacaan Alkitab:

  1. Ulangan 10:12-22
  2. Mazmur 15
  3. Roma 2:12-29
  4. Markus 12:28-34

Nyanyian Jemaat:

  1. NKB 216
  2. KJ 432
  3. KJ 260
  4. NKB 230
  5. NKB 200
  6. MARS GKI HI: Kita Kawan Sekerja-Nya

Navigasi pos

Warta Jemaat Minggu, 19 Agustus 2018
Kebaktian Minggu, 26 Agustus 2018

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

  • YouTube
  • Foto
  • Warta Mingguan
    • Penatalayanan Kebaktian
    • Persekutuan
    • Renungan
    • Ringkasan Kegiatan
    • Statistik Kegiatan
    • Warta Jemaat
  • Nyanyian Jemaat
    • Kidung Jemaat (KJ)
    • Nyanyikanlah Kidung Baru (NKB)
    • Pelengkap Kidung Jemaat (PKJ)
  • Warta Tahunan
    • Bulan Keluarga
    • HUT GKI Harapan Indah
    • HUT PPK Tabitha
    • Jadwal Paskah
    • Jadwal Natal
    • Majalah Talenta

Warta dan Liturgi Jemaat

Warta Jemaat, Minggu 25 Oktober 2026
Liturgi, Minggu 18 Oktober 2026
Liturgi, Minggu 11 Oktober 2026

Tulisan Terakhir

  • Warta Jemaat, Minggu, 25 Oktober 2026
  • Belajar Mewariskan
  • Warta Jemaat, Minggu, 18 Oktober 2026
  • Belajar Memilih
  • Warta Jemaat, Minggu, 11 Oktober 2026
  • Belajar Kembali
  • Warta Jemaat, Minggu, 04 Oktober 2026
  • Belajar Mendengar
  • Kerjakanlah Keselamatanmu!
  • Warta Jemaat, Minggu, 20 September 2026
  • Instagram
  • YouTube
  • Facebook
  • Spotify
  • TikTok
  • Mail
myGKIHI+

Aplikasi myGKIHI+

Temukan di Google Play Unduh di App Store
Powered by WordPress Theme: BlogX by wpthemespace.com