• Syaloom
  • Kebaktian
    • Jadwal Kegiatan
    • Tata Ibadah
    • Etika Beribadah
  • Sejarah
    • Ini Aku, Utuslah Aku
    • Pos KPK Harapan Indah (Maret 1994 – Maret 1998)
    • Bakal Jemaat (Maret 1998 – Oktober 1999)
    • GKI Harapan Indah (Oktober 1999 – Sekarang)
    • Klasis Priangan GKI Sinode Wilayah Jawa Barat
  • Profil
    • Komisi
      • Komisi Anak
      • Komisi Remaja
      • Komisi Pemuda
      • Komisi Kairos
      • Komisi Wanita
      • Komisi Usia Indah
      • Komisi Musik
    • Visi dan Misi
    • Pengerja
    • Badan Hukum
    • Lokasi
    • Bakal Pos – Jemaat Mandiri GKI Symphony
    • Sekilas Situs
  • Rekening
  • Download
    • Rekap Kidung Jemaat (KJ)
    • Rekap Nyanyikanlah Kidung Baru (NKB)
    • Rekap Pelengkap Kidung Jemaat (PKJ)
    • Video Kegiatan
  • Warta-Liturgi Jemaat
  • Live Streaming
Skip to content
GKI Harapan Indah

GKI Harapan Indah

Jalan Taman Kenanga Blok HA Nomor 4 – 5, Kota Harapan Indah, Bekasi 17131, Jawa Barat, Indonesia

  • Syaloom
  • Kebaktian
    • Jadwal Kegiatan
    • Tata Ibadah
    • Etika Beribadah
  • Sejarah
    • Ini Aku, Utuslah Aku
    • Pos KPK Harapan Indah (Maret 1994 – Maret 1998)
    • Bakal Jemaat (Maret 1998 – Oktober 1999)
    • GKI Harapan Indah (Oktober 1999 – Sekarang)
    • Klasis Priangan GKI Sinode Wilayah Jawa Barat
  • Profil
    • Komisi
      • Komisi Anak
      • Komisi Remaja
      • Komisi Pemuda
      • Komisi Kairos
      • Komisi Wanita
      • Komisi Usia Indah
      • Komisi Musik
    • Visi dan Misi
    • Pengerja
    • Badan Hukum
    • Lokasi
    • Bakal Pos – Jemaat Mandiri GKI Symphony
    • Sekilas Situs
  • Rekening
  • Download
    • Rekap Kidung Jemaat (KJ)
    • Rekap Nyanyikanlah Kidung Baru (NKB)
    • Rekap Pelengkap Kidung Jemaat (PKJ)
    • Video Kegiatan
  • Warta-Liturgi Jemaat
  • Live Streaming

Renungan

Iman di Persimpangan Jalan

- 28 Februari 2020 - admin 2 minutes read

Renungan Minggu, 1 Maret 2020 – Minggu Pra-Paskah 1

Menjelang akhir Agustus 2018 yang lalu masyarakat Indonesia sempat dihebohkan dengan pemberitaan tentang kasus Meiliana, seorang WNI keturunan Tionghoa yang didakwa dengan kasus penistaan agama. Rumah Meiliana yang berlokasi di Tanjung Balai, Sumatera Utara ini, terletak persis di depan sebuah masjid.

Ketika Meiliana berbelanja sayur di lapak seorang pedagang sayur keliling, ia berkata, “ Kak, suara adzannya kok lebih keras daripada biasanya ya?” Singkat cerita, berita ini dipelintir oleh si pedangang sayur dan diceritakan kepada bapaknya, saudara-saudaranya, lalu ke banyak orang. Hal yang terjadi kemudian adalah kelompok radikal merusak rumah Meiliana dan membakar 14 vihara.

Hal yang menarik adalah mereka yang melakukan perusakan ditangkap dan dipidana 1,5 hingga 3 bulan penjara. Sedangkan Meiliana sendiri didakwa 1,5 tahun penjara menurut tuntutan jaksa. Menarik bagi kita untuk merefleksikan pengalaman sang hakim yang menangani kasus Meiliana ini. Seorang hakim semestinya mempunyai nalar hukum dan hati nurani. Ia semestinya tahu bahwa kasus Meiliana ini tidak layak dituduhkan dengan pasal penistaan agama.

Kita memang tidak mengetahui secara persis hal apa saja yang menjadi pertimbangan dari sang hakim di balik putusannya. Tapi bolehlah kita mencoba untuk menafsirkannya. Bisa jadi sang hakim terpaksa mengorbankan hati nurani dan nalar hukumnya karena tekanan massa yang begitu besar. Bukan hanya massa, melainkan juga kekuatan terselubung dari para oligarch yang menggerakkan massa itu.

Jika sang hakim memutuskan untuk berlaku benar, bisa jadi ia berkata dalam hatinya, “Bagaimana dengan karier saya? Keselamatan keluarga saya? Jejaring saya? Ya sudahlah saya jatuhi hukuman 1,5 tahun saja sesuai tuntunan jaksa. Biar Meiliana naik banding, lalu biarlah kasusnya diurus oleh hakim yang lain.”

Jika benar hal itu yang terjadi maka pengalaman hakim inilah yang disebut dengan inner struggle” (pergumulan batin) di mana ada perang antara logika dan hati nurani yang bersih dengan kepentingan-kepentingan pribadi. Memasuki Minggu Prapaskah I ini, umat diajak untuk belajar dari narasi pencobaan Yesus di padang gurun menurut Injil Matius dan mendialogkannya secara positif dengan pengalaman “inner struggle” yang dialami umat dalam kehidupan sehari-hari. (Dian Penuntun Edisi 29).

Bacaan Alkitab:

  1. Kejadian 2:15-17, 3:1-7
  2. Mazmur 32
  3. Roma 5:12-19
  4. Matius 4:1-11

Nyanyian Jemaat:

  1. KJ 158:1-4
  2. KJ 161:1-3
  3. KJ 406:1-3
  4. KJ 235:1-4
  5. NKB 134:1-4
  6. NKB 207:1-3

Navigasi pos

Warta Jemaat Minggu, 23 Februari 2020
Kebaktian Minggu, 1 Maret 2020

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

  • YouTube
  • Foto
  • Warta Mingguan
    • Penatalayanan Kebaktian
    • Persekutuan
    • Renungan
    • Ringkasan Kegiatan
    • Statistik Kegiatan
    • Warta Jemaat
  • Nyanyian Jemaat
    • Kidung Jemaat (KJ)
    • Nyanyikanlah Kidung Baru (NKB)
    • Pelengkap Kidung Jemaat (PKJ)
  • Warta Tahunan
    • Bulan Keluarga
    • HUT GKI Harapan Indah
    • HUT PPK Tabitha
    • Jadwal Paskah
    • Jadwal Natal
    • Majalah Talenta

Warta dan Liturgi Jemaat

Warta Jemaat, Minggu 25 Oktober 2026
Liturgi, Minggu 18 Oktober 2026
Liturgi, Minggu 11 Oktober 2026

Tulisan Terakhir

  • Warta Jemaat, Minggu, 25 Oktober 2026
  • Belajar Mewariskan
  • Warta Jemaat, Minggu, 18 Oktober 2026
  • Belajar Memilih
  • Warta Jemaat, Minggu, 11 Oktober 2026
  • Belajar Kembali
  • Warta Jemaat, Minggu, 04 Oktober 2026
  • Belajar Mendengar
  • Kerjakanlah Keselamatanmu!
  • Warta Jemaat, Minggu, 20 September 2026
  • Instagram
  • YouTube
  • Facebook
  • Spotify
  • TikTok
  • Mail
myGKIHI+

Aplikasi myGKIHI+

Temukan di Google Play Unduh di App Store
Powered by WordPress Theme: BlogX by wpthemespace.com