• Syaloom
  • Kebaktian
    • Jadwal Kegiatan
    • Tata Ibadah
    • Etika Beribadah
  • Sejarah
    • Ini Aku, Utuslah Aku
    • Pos KPK Harapan Indah (Maret 1994 – Maret 1998)
    • Bakal Jemaat (Maret 1998 – Oktober 1999)
    • GKI Harapan Indah (Oktober 1999 – Sekarang)
    • Klasis Priangan GKI Sinode Wilayah Jawa Barat
  • Profil
    • Komisi
      • Komisi Anak
      • Komisi Remaja
      • Komisi Pemuda
      • Komisi Kairos
      • Komisi Wanita
      • Komisi Usia Indah
      • Komisi Musik
    • Visi dan Misi
    • Pengerja
    • Badan Hukum
    • Lokasi
    • Bakal Pos – Jemaat Mandiri GKI Symphony
    • Sekilas Situs
  • Rekening
  • Download
    • Rekap Kidung Jemaat (KJ)
    • Rekap Nyanyikanlah Kidung Baru (NKB)
    • Rekap Pelengkap Kidung Jemaat (PKJ)
    • Video Kegiatan
  • Warta-Liturgi Jemaat
  • Live Streaming
Skip to content
GKI Harapan Indah

GKI Harapan Indah

Jalan Taman Kenanga Blok HA Nomor 4 – 5, Kota Harapan Indah, Bekasi 17131, Jawa Barat, Indonesia

  • Syaloom
  • Kebaktian
    • Jadwal Kegiatan
    • Tata Ibadah
    • Etika Beribadah
  • Sejarah
    • Ini Aku, Utuslah Aku
    • Pos KPK Harapan Indah (Maret 1994 – Maret 1998)
    • Bakal Jemaat (Maret 1998 – Oktober 1999)
    • GKI Harapan Indah (Oktober 1999 – Sekarang)
    • Klasis Priangan GKI Sinode Wilayah Jawa Barat
  • Profil
    • Komisi
      • Komisi Anak
      • Komisi Remaja
      • Komisi Pemuda
      • Komisi Kairos
      • Komisi Wanita
      • Komisi Usia Indah
      • Komisi Musik
    • Visi dan Misi
    • Pengerja
    • Badan Hukum
    • Lokasi
    • Bakal Pos – Jemaat Mandiri GKI Symphony
    • Sekilas Situs
  • Rekening
  • Download
    • Rekap Kidung Jemaat (KJ)
    • Rekap Nyanyikanlah Kidung Baru (NKB)
    • Rekap Pelengkap Kidung Jemaat (PKJ)
    • Video Kegiatan
  • Warta-Liturgi Jemaat
  • Live Streaming

Renungan

Nilai Diri dan Nilai Kerajaan Allah

- 23 Januari 2021 - admin 2 minutes read

Renungan Minggu, 24 Januari 2021

Andar Ismail dalam “Selamat Ribut Rukun” menuliskan sebuah uraian yang menarik tentang nilai diri. “Nilai Diri” adalah sebuah istilah yang sangat fundamental dalam hidup manusia. Namun barangkali juga jarang kita dengar, apalagi renungkan dalam hidup kita sehari-hari. Andar Ismail mengatakan bahwa orang yang bernilai diri tinggi mengatahui keunggulan pada dirinya, tetapi juga mengetahui dan menyadari kelemahannya. Ia tidak malu jika kelemahannya diketahui orang.

Orang yang bernilai diri tinggi bisa menghargai kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh orang lain. Ia tidak malu mengagumi keberhasilan orang lain. Sedangkan orang yang bernilai diri rendah merasa tidak memiliki kelebihan pada dirinya. Yang diketahui hanyalah kelemahan-lemahannya. Ia juga bersikap iri hati terhadap orang yang memiliki keunggulan, dan tidak mau mengakui keberhasilan orang lain. Nilai diri adalah penilaian menyeluruh yang ada pada seseorang tentang dirinya.

Berangkat dari uraian tersebut kita memahami bahwa setiap individu pasti memiliki nilai dirinya masing-masing yang terbentuk mealalui proses/dinamika kehidupan yang berbeda-beda. Nilai-nilai yang ditanamkan dalam keluarga sejak kecil juga turut membentuk nilai diri seseorang. Demikian pula dengan latar belakang pendidikan, profesi, komunitas pergaulan, dsb. Nilai diri itulah yang pada akhirnya juga turut membentuk “worldview” atau cara seseorang memandang dunia ini dengan segala serba-serbinya “Worldview” di sini meliputi cara seseorang memandang materi, relasi, waktu, manusia, pekerjaan, dst.

Sebagai orang percaya kita pun menyadari bahwa tak selamanya nilai-nilai diri yang kita bangun dan kita hidupi selalu selaras dengan nilai-nilai Kerajaan Allah yang diberitakan dalam Kitab Suci. Dengan perkataan lain, tak selamanya “worldview” kita selalu selaras dengan “worldview” Kerajaan Allah itu sendiri. Di tengah dunia yang kian berorientasi pada materialisme dan pragmatisme, umat Allah justru diminta untuk berorientasi pada Kristus dan pekerjaan-pekerjaan-Nya.

Pada Minggu III sesudah Epifani kali ini, melalui pengalaman Simon, Andreas, Yakobus, Yohanes dan Yunus, umat diajak untuk merenungkan nilai-nilai diri yang dimilikinya dan menyelaraskannya dengan nilai-nilai Kerajaan Allah. (Dian Penuntun Edisi 31).

Bacaan Alkitab:

  1. Yunus 3:1-5, 10</li>
  2. Mazmur 62:5-12
  3. 1 Korintus 7:29-31
  4. Markus 1:14-20

Nyanyian Jemaat:

  1. KJ 1:1-2
  2. MAZMUR 65:1-3;(B)
  3. NKB 162:1,4
  4. PKJ 103:1-3
  5. KJ 365B:1,4,5
  6. KJ 247:1-2

Navigasi pos

Warta Jemaat Minggu, 17 Januari 2021
Kebaktian Minggu, 24 Januari 2021

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

  • YouTube
  • Foto
  • Warta Mingguan
    • Penatalayanan Kebaktian
    • Persekutuan
    • Renungan
    • Ringkasan Kegiatan
    • Statistik Kegiatan
    • Warta Jemaat
  • Nyanyian Jemaat
    • Kidung Jemaat (KJ)
    • Nyanyikanlah Kidung Baru (NKB)
    • Pelengkap Kidung Jemaat (PKJ)
  • Warta Tahunan
    • Bulan Keluarga
    • HUT GKI Harapan Indah
    • HUT PPK Tabitha
    • Jadwal Paskah
    • Jadwal Natal
    • Majalah Talenta

Warta dan Liturgi Jemaat

Warta Jemaat, Minggu 25 Oktober 2026
Liturgi, Minggu 18 Oktober 2026
Liturgi, Minggu 11 Oktober 2026

Tulisan Terakhir

  • Warta Jemaat, Minggu, 25 Oktober 2026
  • Belajar Mewariskan
  • Warta Jemaat, Minggu, 18 Oktober 2026
  • Belajar Memilih
  • Warta Jemaat, Minggu, 11 Oktober 2026
  • Belajar Kembali
  • Warta Jemaat, Minggu, 04 Oktober 2026
  • Belajar Mendengar
  • Kerjakanlah Keselamatanmu!
  • Warta Jemaat, Minggu, 20 September 2026
  • Instagram
  • YouTube
  • Facebook
  • Spotify
  • TikTok
  • Mail
myGKIHI+

Aplikasi myGKIHI+

Temukan di Google Play Unduh di App Store
Powered by WordPress Theme: BlogX by wpthemespace.com