• Syaloom
  • Kebaktian
    • Jadwal Kegiatan
    • Tata Ibadah
    • Etika Beribadah
  • Sejarah
    • Ini Aku, Utuslah Aku
    • Pos KPK Harapan Indah (Maret 1994 – Maret 1998)
    • Bakal Jemaat (Maret 1998 – Oktober 1999)
    • GKI Harapan Indah (Oktober 1999 – Sekarang)
    • Klasis Priangan GKI Sinode Wilayah Jawa Barat
  • Profil
    • Komisi
      • Komisi Anak
      • Komisi Remaja
      • Komisi Pemuda
      • Komisi Kairos
      • Komisi Wanita
      • Komisi Usia Indah
      • Komisi Musik
    • Visi dan Misi
    • Pengerja
    • Badan Hukum
    • Lokasi
    • Bakal Pos – Jemaat Mandiri GKI Symphony
    • Sekilas Situs
  • Rekening
  • Download
    • Rekap Kidung Jemaat (KJ)
    • Rekap Nyanyikanlah Kidung Baru (NKB)
    • Rekap Pelengkap Kidung Jemaat (PKJ)
    • Video Kegiatan
  • Warta-Liturgi Jemaat
  • Live Streaming
Skip to content
GKI Harapan Indah

GKI Harapan Indah

Jalan Taman Kenanga Blok HA Nomor 4 – 5, Kota Harapan Indah, Bekasi 17131, Jawa Barat, Indonesia

  • Syaloom
  • Kebaktian
    • Jadwal Kegiatan
    • Tata Ibadah
    • Etika Beribadah
  • Sejarah
    • Ini Aku, Utuslah Aku
    • Pos KPK Harapan Indah (Maret 1994 – Maret 1998)
    • Bakal Jemaat (Maret 1998 – Oktober 1999)
    • GKI Harapan Indah (Oktober 1999 – Sekarang)
    • Klasis Priangan GKI Sinode Wilayah Jawa Barat
  • Profil
    • Komisi
      • Komisi Anak
      • Komisi Remaja
      • Komisi Pemuda
      • Komisi Kairos
      • Komisi Wanita
      • Komisi Usia Indah
      • Komisi Musik
    • Visi dan Misi
    • Pengerja
    • Badan Hukum
    • Lokasi
    • Bakal Pos – Jemaat Mandiri GKI Symphony
    • Sekilas Situs
  • Rekening
  • Download
    • Rekap Kidung Jemaat (KJ)
    • Rekap Nyanyikanlah Kidung Baru (NKB)
    • Rekap Pelengkap Kidung Jemaat (PKJ)
    • Video Kegiatan
  • Warta-Liturgi Jemaat
  • Live Streaming

Renungan

Keramahan, Bukan Kemarahan

- 19 Juli 2025 | 19 Juli 2025 - admin 2 minutes read

Renungan Minggu, 20 Juli 2025

Sikap ramah berkebalikan dengan marah.

Kemarahan merupakan sikap batin seseorang yang merasa terluka, lalu mengekspresikan dengan tuturan dan tindakan tertentu yang dapat menimbulkan luka bagi sesama maupun diri sendiri. Luka itu bisa dalam bentuk luka batin atau fisik.

Sebaliknya, keramahan merupakan gerak batin dari dalam diri seseorang untuk menerima, menyambut sesamanya dengan hati, wajah, dan ekspresi gembira. Bagi orang Indonesia, keramahan yang terekspresi melalui wajah dan penerimaan sebetulnya bukan hal asing.

Di Jawa Tengah, jika ada orang berjalan kaki dan berpapasan dengan orang lain, kata yang diucapkan adalah: nderek langkung (maaf, numpang lewat), nuwun sewu (mohon maaf).

Di Jawa Barat, kata yang diucapkan: punten (permisi).

Di pedesaan, jika ada orang melewati rumahnya, si tuan rumah berkata: monggo pinarak (silakan mampir).

Ungkapan-ungkapan itu merupakan bentuk sebuah keramahan.

Keramahan menjadikan seseorang mampu mewujudkan sikap:

  • Menerima bahwa dirinya adalah pribadi yang berharga serta menghargai sesamanya sebagai pribadi yang sama-sama berharga.
  • Mengembangkan sikap toleransi terhadap perbedaan serta menghargai sesama.
  • Sikap dalam memberikan bantuan kepada semua orang tanpa memikirkan timbal balik.
  • Mencinta dengan tulus sebagai wujud syukur karena hidupnya dicinta oleh Tuhan.

Dari mana keramahan lahir? Keramahan adalah buah dari penghayatan diri seseorang sebagai pribadi yang dicinta, diterima, dan berharga. Penghayatan tersebut mengalirkan cinta, penerimaan, dan penghargaan pada sesama dengan tulus.

Di mana ada penerimaan pada sesama dengan ramah, di situ ada penghargaan terhadap sesama. Orang-orang yang menghargai sesamanya akan cenderung menghargai dirinya dengan baik. Dengan kata lain, keramahan pada sesama sesungguhnya merupakan bentuk keramahan pada diri sendiri serta wujud syukur pada Allah.

Melalui pemberitaan firman hari ini, umat diharap memiliki pemahaman tentang keramahan sebagai praktik hidup beriman pada Allah yang ramah. Pemahaman itu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui wajah penuh keramahan, bukan wajah dalam kemarahan. (Dian Penuntun Edisi 40).

Bacaan Alkitab:

  1. Kejadian 18:1-10a
  2. Mazmur 15
  3. Kolose 1:15-28
  4. Lukas 10:38-42

Nyanyian Jemaat:

  1. KJ 3:1,3
  2. KJ 33:1-3
  3. PKJ 277:1-3
  4. Mazmur 15
  5. KJ 295:1-3
  6. PKJ 264:1-2

Navigasi pos

Warta Jemaat, Minggu, 13 Juli 2025
Kebaktian Minggu, 20 Juli 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

  • YouTube
  • Foto
  • Warta Mingguan
    • Penatalayanan Kebaktian
    • Persekutuan
    • Renungan
    • Ringkasan Kegiatan
    • Statistik Kegiatan
    • Warta Jemaat
  • Nyanyian Jemaat
    • Kidung Jemaat (KJ)
    • Nyanyikanlah Kidung Baru (NKB)
    • Pelengkap Kidung Jemaat (PKJ)
  • Warta Tahunan
    • Bulan Keluarga
    • HUT GKI Harapan Indah
    • HUT PPK Tabitha
    • Jadwal Paskah
    • Jadwal Natal
    • Majalah Talenta

Warta dan Liturgi Jemaat

Warta Jemaat, Minggu 25 Oktober 2026
Liturgi, Minggu 18 Oktober 2026
Liturgi, Minggu 11 Oktober 2026

Tulisan Terakhir

  • Warta Jemaat, Minggu, 25 Oktober 2026
  • Belajar Mewariskan
  • Warta Jemaat, Minggu, 18 Oktober 2026
  • Belajar Memilih
  • Warta Jemaat, Minggu, 11 Oktober 2026
  • Belajar Kembali
  • Warta Jemaat, Minggu, 04 Oktober 2026
  • Belajar Mendengar
  • Kerjakanlah Keselamatanmu!
  • Warta Jemaat, Minggu, 20 September 2026
  • Instagram
  • YouTube
  • Facebook
  • Spotify
  • TikTok
  • Mail
myGKIHI+

Aplikasi myGKIHI+

Temukan di Google Play Unduh di App Store
Powered by WordPress Theme: BlogX by wpthemespace.com