• Syaloom
  • Kebaktian
    • Jadwal Kegiatan
    • Tata Ibadah
    • Etika Beribadah
  • Sejarah
    • Ini Aku, Utuslah Aku
    • Pos KPK Harapan Indah (Maret 1994 – Maret 1998)
    • Bakal Jemaat (Maret 1998 – Oktober 1999)
    • GKI Harapan Indah (Oktober 1999 – Sekarang)
    • Klasis Priangan GKI Sinode Wilayah Jawa Barat
  • Profil
    • Komisi
      • Komisi Anak
      • Komisi Remaja
      • Komisi Pemuda
      • Komisi Kairos
      • Komisi Wanita
      • Komisi Usia Indah
      • Komisi Musik
    • Visi dan Misi
    • Pengerja
    • Badan Hukum
    • Lokasi
    • Bakal Pos – Jemaat Mandiri GKI Symphony
    • Sekilas Situs
  • Rekening
  • Download
    • Rekap Kidung Jemaat (KJ)
    • Rekap Nyanyikanlah Kidung Baru (NKB)
    • Rekap Pelengkap Kidung Jemaat (PKJ)
    • Video Kegiatan
  • Warta-Liturgi Jemaat
  • Live Streaming
Skip to content
GKI Harapan Indah

GKI Harapan Indah

Jalan Taman Kenanga Blok HA Nomor 4 – 5, Kota Harapan Indah, Bekasi 17131, Jawa Barat, Indonesia

  • Syaloom
  • Kebaktian
    • Jadwal Kegiatan
    • Tata Ibadah
    • Etika Beribadah
  • Sejarah
    • Ini Aku, Utuslah Aku
    • Pos KPK Harapan Indah (Maret 1994 – Maret 1998)
    • Bakal Jemaat (Maret 1998 – Oktober 1999)
    • GKI Harapan Indah (Oktober 1999 – Sekarang)
    • Klasis Priangan GKI Sinode Wilayah Jawa Barat
  • Profil
    • Komisi
      • Komisi Anak
      • Komisi Remaja
      • Komisi Pemuda
      • Komisi Kairos
      • Komisi Wanita
      • Komisi Usia Indah
      • Komisi Musik
    • Visi dan Misi
    • Pengerja
    • Badan Hukum
    • Lokasi
    • Bakal Pos – Jemaat Mandiri GKI Symphony
    • Sekilas Situs
  • Rekening
  • Download
    • Rekap Kidung Jemaat (KJ)
    • Rekap Nyanyikanlah Kidung Baru (NKB)
    • Rekap Pelengkap Kidung Jemaat (PKJ)
    • Video Kegiatan
  • Warta-Liturgi Jemaat
  • Live Streaming

Renungan

Bertumbuh dalam Iman

- 4 Oktober 2025 | 3 Oktober 2025 - admin 2 minutes read

Renungan Minggu, 5 Oktober 2025

Dewasa ini, terdapat fenomena dimana cukup banyak orang meninggalkan iman mereka atau memilih untuk tidak percaya kepada Tuhan dan bersikap skeptis. Salah satu faktornya adalah karena mereka merasa iman tidak lagi relevan dengan pergumulan dan tantangan hidup.

Misalnya, seseorang mengaku beriman, memiliki pengenalan tentang Tuhan, fasih ajaran kitab suci, tapi perilaku dan moralitasnya buruk. Ada juga yang merasa ditinggalkan oleh Tuhan di tengah pergumulan hidup yang berat atau pemuda-pemudi yang mengalami kebingungan karena tak menemukan sosok teladan dalam hidup beriman.

Adapula yang kecewa terhadap tokoh agama atau komunitas agama yang melakukan kekarasan atas nama Tuhan, entah itu kekerasan seksual, verbal hingga fisik, intimidasi, persekusi, dan lain-lain.

Tak heran kemudian muncul pernyataan, “Lebih baik tak ber-Tuhan tetapi berperilaku seperti malaikat, daripada mengaku ber Tuhan tetapi berperilaku seperti setan.” Dengan kata lain, iman dirasa tidak lagi mampu memberikan jawaban atas persoalan yang terjadi di sekitar hidup seseorang.

Ketika kondisi ini diperhadapkan pada keluarga dan gereja sebagai komunitas iman, mau tidak mau, mesti ada respon apakah iman masih relevan bagi manusia hari ini, atau jangan-jangan terjadi kegamangan tentang hal tersebut.

Keluarga dan gereja seharusnya menjadi tempat belajar bagi siapa pun untuk mengenal Tuhan dan bertumbuh dalam iman yang relevan dengan kenyataan hidup. Ada beragam sarana pembelajaran dalam keluarga, relasi, perjumpaan, mezbah doa, persekutuan, luka, konflik, dan lain-lain.

Proses menanamkan sampai menumbuhkan iman harus dilakukan secara bersengaja dan konsisten. Tujuan dari proses tersebut adalah setiap anggota memiliki pengalaman iman secara pribadi, bukan iman yang sekedar diwariskan, apalagi dipaksakan.

Bacaan leksionari Minggu ini mengajak umat untuk melihat bagaimana peran keluarga atau komunitas dalam menanamkan dan menumbuhkan benih iman. Para murid Yesus dan Timotius mengalami hal tersebut.

Demikian juga, pengalaman Habakuk dan Pemazmur menjadi gambaran bagaimana iman mesti relevan dengan pergumulan yang dihadapi. Meski pengalaman iman mereka berbeda satu dengan lainnya, tapi ada satu kesamaan, yakni bahwa benih iman itu bertumbuh, sehingga mereka percaya pada Tuhan, menemukan jawaban atas pergumulan mereka, berani melanjutkan kehidupan. (Dian Penuntun Edisi 40).

Bacaan Alkitab:

  1. Habakuk 1:1-4, 2:1-4
  2. Mazmur 37:1-9
  3. 2 Timotius 1:1-14
  4. Lukas 17:5-10

Nyanyian Jemaat:

  1. KJ 46:1-3
  2. PKJ 40:1-2
  3. PKJ 131:1-2
  4. Persembahan Hati (2X)
  5. Lagu Tema Bulan Keluarga

Navigasi pos

Warta Jemaat, Minggu, 28 September 2025
Kebaktian Minggu, 5 Oktober 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

  • YouTube
  • Foto
  • Warta Mingguan
    • Penatalayanan Kebaktian
    • Persekutuan
    • Renungan
    • Ringkasan Kegiatan
    • Statistik Kegiatan
    • Warta Jemaat
  • Nyanyian Jemaat
    • Kidung Jemaat (KJ)
    • Nyanyikanlah Kidung Baru (NKB)
    • Pelengkap Kidung Jemaat (PKJ)
  • Warta Tahunan
    • Bulan Keluarga
    • HUT GKI Harapan Indah
    • HUT PPK Tabitha
    • Jadwal Paskah
    • Jadwal Natal
    • Majalah Talenta

Warta dan Liturgi Jemaat

Warta Jemaat, Minggu 25 Oktober 2026
Liturgi, Minggu 18 Oktober 2026
Liturgi, Minggu 11 Oktober 2026

Tulisan Terakhir

  • Warta Jemaat, Minggu, 25 Oktober 2026
  • Belajar Mewariskan
  • Warta Jemaat, Minggu, 18 Oktober 2026
  • Belajar Memilih
  • Warta Jemaat, Minggu, 11 Oktober 2026
  • Belajar Kembali
  • Warta Jemaat, Minggu, 04 Oktober 2026
  • Belajar Mendengar
  • Kerjakanlah Keselamatanmu!
  • Warta Jemaat, Minggu, 20 September 2026
  • Instagram
  • YouTube
  • Facebook
  • Spotify
  • TikTok
  • Mail
myGKIHI+

Aplikasi myGKIHI+

Temukan di Google Play Unduh di App Store
Powered by WordPress Theme: BlogX by wpthemespace.com