• Syaloom
  • Kebaktian
    • Jadwal Kegiatan
    • Tata Ibadah
    • Etika Beribadah
  • Sejarah
    • Ini Aku, Utuslah Aku
    • Pos KPK Harapan Indah (Maret 1994 – Maret 1998)
    • Bakal Jemaat (Maret 1998 – Oktober 1999)
    • GKI Harapan Indah (Oktober 1999 – Sekarang)
    • Klasis Priangan GKI Sinode Wilayah Jawa Barat
  • Profil
    • Komisi
      • Komisi Anak
      • Komisi Remaja
      • Komisi Pemuda
      • Komisi Kairos
      • Komisi Wanita
      • Komisi Usia Indah
      • Komisi Musik
    • Visi dan Misi
    • Pengerja
    • Badan Hukum
    • Lokasi
    • Bakal Pos – Jemaat Mandiri GKI Symphony
    • Sekilas Situs
  • Rekening
  • Download
    • Rekap Kidung Jemaat (KJ)
    • Rekap Nyanyikanlah Kidung Baru (NKB)
    • Rekap Pelengkap Kidung Jemaat (PKJ)
    • Video Kegiatan
  • Warta-Liturgi Jemaat
  • Live Streaming
Skip to content
GKI Harapan Indah

GKI Harapan Indah

Jalan Taman Kenanga Blok HA Nomor 4 – 5, Kota Harapan Indah, Bekasi 17131, Jawa Barat, Indonesia

  • Syaloom
  • Kebaktian
    • Jadwal Kegiatan
    • Tata Ibadah
    • Etika Beribadah
  • Sejarah
    • Ini Aku, Utuslah Aku
    • Pos KPK Harapan Indah (Maret 1994 – Maret 1998)
    • Bakal Jemaat (Maret 1998 – Oktober 1999)
    • GKI Harapan Indah (Oktober 1999 – Sekarang)
    • Klasis Priangan GKI Sinode Wilayah Jawa Barat
  • Profil
    • Komisi
      • Komisi Anak
      • Komisi Remaja
      • Komisi Pemuda
      • Komisi Kairos
      • Komisi Wanita
      • Komisi Usia Indah
      • Komisi Musik
    • Visi dan Misi
    • Pengerja
    • Badan Hukum
    • Lokasi
    • Bakal Pos – Jemaat Mandiri GKI Symphony
    • Sekilas Situs
  • Rekening
  • Download
    • Rekap Kidung Jemaat (KJ)
    • Rekap Nyanyikanlah Kidung Baru (NKB)
    • Rekap Pelengkap Kidung Jemaat (PKJ)
    • Video Kegiatan
  • Warta-Liturgi Jemaat
  • Live Streaming

Renungan

Kebenaran Yang Membebaskan

- 9 Januari 2026 | 18 Februari 2026 - admin 2 minutes read

Renungan Minggu, 11 Januari 2026

Nicolaus Copernicus adalah seorang tokoh yang menemukan teori heliosentrisme. Teori heliosentrisme mengungkapkan bahwa matahari merupakan pusat tata surya. Copernicus menemukan teori tersebut ketika pada masanya, teori yang dipahami oleh manusia adalah teori geosentrisme. Geosentrisme adalah teori yang mengemukakan bahwa bumi merupakan pusat tata surya.

Teori Copernicus tersebut menjadi sebuah gebrakan yang mendorong penelitian lanjutan mengenai tata surya dan membantu manusia memahami kerja dari tata surya yang ditinggalinya. Kebenaran yang dinyatakan oleh Copernicus bukanlah kebenaran yang mudah diterima karena pemahaman geosentrisme yang telah mengakar di masyarakat ketika itu. Kebenaran ini bahkan tidak mudah diterima oleh gereja sekalipun.

Kebenaran memang tidaklah selalu mudah untuk diterima, apalagi jika kebenaran tersebut tidak seperti keyakinan yang selama ini dipegang oleh dunia di sekitar. Kondisi inilah yang juga terjadi kepada Yohanes Pembaptis dan mungkin juga bagi banyak umat Tuhan yang membaca kisah Pembaptisan Yesus.

Untuk apa Yesus dibaptis? Apalagi, pada masa itu, baptisan Yohanes Pembaptis dikenal sebagai baptisan pertobatan. Apakah Yesus berdosa sehingga Ia harus dibaptis? Bukankah seharusnya justru Yohanes Pembaptis yang harus dibaptis Yesus? Pertanyaan inilah yang menjadi pergumulan Yohanes Pembaptis sehingga ia mencegah Yesus dan berkata, “Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, tetapi Engkau yang datang kepadaku?”

Sekalipun demikian, Yesus menegaskan bahwa mereka harus melakukan seluruh kehendak Allah atau—jika berdasarkan TB 1 dan bahasa aslinya—mereka harus melakukan kebenaran (dikaiosune) Allah. Kehendak atau kebenaran Allah pada saat itu mungkin terlihat membingungkan bagi Yohanes, tetapi hal itu memang harus dilakukan dalam rangka menegaskan karya Yesus yang nantinya akan membebaskan dunia dari belenggu kuasa dosa dan maut.

Suara Allah seolah menegaskan sebuah ketaatan yang harus dijalani Yesus dalam menggenapi kehendak dan kebenaran Allah yang membebaskan tersebut. Hamba Allah dalam Yesaya 42:1–9 dan baptisan yang dilakukan Petrus dalam Kisah Para Rasul 10:34–43 juga menegaskan bahwa kebenaran Allah tidaklah selalu sama dengan kebenaran dan kehendak manusia, tetapi ketika dijalani akan menjadi sebuah karya yang membebaskan.
(Dian Penuntun Edisi 41)

Bacaan Alkitab:

1. Yesaya 42:1-9
2. Mazmur 29
3. Kisah Para Rasul 10:34-43
4. Matius 3:13-17

Nyanyian Jemaat:

1. NKB 5:1-2
2. NKB 138:1-2
3. NKB 89:1,2
4. NKB 196:1-3
5. NKB 115:1-2

Navigasi pos

Kebaktian Minggu, 04 Januari 2026
Warta Jemaat, Minggu, 11 Januari 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

  • YouTube
  • Foto
  • Warta Mingguan
    • Penatalayanan Kebaktian
    • Persekutuan
    • Renungan
    • Ringkasan Kegiatan
    • Statistik Kegiatan
    • Warta Jemaat
  • Nyanyian Jemaat
    • Kidung Jemaat (KJ)
    • Nyanyikanlah Kidung Baru (NKB)
    • Pelengkap Kidung Jemaat (PKJ)
  • Warta Tahunan
    • Bulan Keluarga
    • HUT GKI Harapan Indah
    • HUT PPK Tabitha
    • Jadwal Paskah
    • Jadwal Natal
    • Majalah Talenta

Warta dan Liturgi Jemaat

Warta Jemaat, Minggu 25 Oktober 2026
Liturgi, Minggu 18 Oktober 2026
Liturgi, Minggu 11 Oktober 2026

Tulisan Terakhir

  • Warta Jemaat, Minggu, 25 Oktober 2026
  • Belajar Mewariskan
  • Warta Jemaat, Minggu, 18 Oktober 2026
  • Belajar Memilih
  • Warta Jemaat, Minggu, 11 Oktober 2026
  • Belajar Kembali
  • Warta Jemaat, Minggu, 04 Oktober 2026
  • Belajar Mendengar
  • Kerjakanlah Keselamatanmu!
  • Warta Jemaat, Minggu, 20 September 2026
  • Instagram
  • YouTube
  • Facebook
  • Spotify
  • TikTok
  • Mail
myGKIHI+

Aplikasi myGKIHI+

Temukan di Google Play Unduh di App Store
Powered by WordPress Theme: BlogX by wpthemespace.com