• Syaloom
  • Kebaktian
    • Jadwal Kegiatan
    • Tata Ibadah
    • Etika Beribadah
  • Sejarah
    • Ini Aku, Utuslah Aku
    • Pos KPK Harapan Indah (Maret 1994 – Maret 1998)
    • Bakal Jemaat (Maret 1998 – Oktober 1999)
    • GKI Harapan Indah (Oktober 1999 – Sekarang)
    • Klasis Priangan GKI Sinode Wilayah Jawa Barat
  • Profil
    • Komisi
      • Komisi Anak
      • Komisi Remaja
      • Komisi Pemuda
      • Komisi Kairos
      • Komisi Wanita
      • Komisi Usia Indah
      • Komisi Musik
    • Visi dan Misi
    • Pengerja
    • Badan Hukum
    • Lokasi
    • Bakal Pos – Jemaat Mandiri GKI Symphony
    • Sekilas Situs
  • Rekening
  • Download
    • Rekap Kidung Jemaat (KJ)
    • Rekap Nyanyikanlah Kidung Baru (NKB)
    • Rekap Pelengkap Kidung Jemaat (PKJ)
    • Video Kegiatan
  • Warta-Liturgi Jemaat
  • Live Streaming
Skip to content
GKI Harapan Indah

GKI Harapan Indah

Jalan Taman Kenanga Blok HA Nomor 4 – 5, Kota Harapan Indah, Bekasi 17131, Jawa Barat, Indonesia

  • Syaloom
  • Kebaktian
    • Jadwal Kegiatan
    • Tata Ibadah
    • Etika Beribadah
  • Sejarah
    • Ini Aku, Utuslah Aku
    • Pos KPK Harapan Indah (Maret 1994 – Maret 1998)
    • Bakal Jemaat (Maret 1998 – Oktober 1999)
    • GKI Harapan Indah (Oktober 1999 – Sekarang)
    • Klasis Priangan GKI Sinode Wilayah Jawa Barat
  • Profil
    • Komisi
      • Komisi Anak
      • Komisi Remaja
      • Komisi Pemuda
      • Komisi Kairos
      • Komisi Wanita
      • Komisi Usia Indah
      • Komisi Musik
    • Visi dan Misi
    • Pengerja
    • Badan Hukum
    • Lokasi
    • Bakal Pos – Jemaat Mandiri GKI Symphony
    • Sekilas Situs
  • Rekening
  • Download
    • Rekap Kidung Jemaat (KJ)
    • Rekap Nyanyikanlah Kidung Baru (NKB)
    • Rekap Pelengkap Kidung Jemaat (PKJ)
    • Video Kegiatan
  • Warta-Liturgi Jemaat
  • Live Streaming

Renungan

Melampaui Kehilangan

- 20 Maret 2026 | 20 Maret 2026 - admin 2 minutes read

Renungan Minggu, 22 Maret 2026 (Pra Paskah V)
Ungkapan bahwa Indonesia ialah negara yang “mabuk agama” banyak ditemukan di berbagai platform media sosial. Hal ini menunjukkan bahwa negara ini tidak kekurangan contoh-contoh kehidupan agamawi. Dalam kurikulum pendidikan pun, penekanan pada pelajaran moral sangat kuat.

Pada era sebelum reformasi, terdapat mata pelajaran PMP (Pendidikan Moral Pancasila). Seiring berjalannya waktu, mata pelajaran tersebut diubah menjadi PPKn (Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan). Perubahan ini bertujuan untuk menyuburkan praktik-praktik moralitas yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Namun, bagaimana hasilnya? Apakah agama dan pelajaran moral benar-benar bersatu padu menghasilkan perilaku masyarakat yang baik?

Toronata Tambun, dalam opini di The Jakarta Post tanggal 15 April 2025 berjudul “Mengapa Korupsi Subur di Tengah Masyarakat Religius?”, menyampaikan bahwa Indonesia dapat memelihara generasi mendatang dengan lebih baik apabila praktik keagamaan tidak hanya dilakukan secara lahiriah, tetapi juga secara mendalam dengan dasar belas kasih.

Bukan sekadar formalitas, tetapi penuh makna.
Bukan hanya normatif, tetapi membentuk karakter yang otentik.

Tulisan tersebut menegaskan betapa pentingnya mempraktikkan religiositas secara jujur dan mendalam.

Bacaan leksionari Minggu ini menuturkan tentang misi utama Yesus. Ia hadir bukan sekadar untuk memperbaiki perilaku moral manusia, tetapi untuk membawa transformasi spiritual yang utuh dan menyeluruh.

Melalui kisah Lazarus yang dibangkitkan dari kematian (Yohanes 11:1–45), disampaikan pesan bahwa Yesus berkuasa atas kehidupan. Dalam iman, dipahami bahwa Ia menghidupkan manusia yang mati karena dosa. Pada hakikatnya, manusia mati karena pelanggaran dan dosa, tetapi Allah menghidupkan manusia bersama-sama dengan Kristus (Efesus 2:1–5).

Injil menyatakan tentang anugerah Allah yang membarui hidup dan perilaku manusia. Kehidupan baru adalah kehidupan yang tidak hidup dalam kedagingan, sebab kedagingan tidak berkenan kepada Allah (Roma 8:8).

Dengan demikian, keselamatan yang dihayati sebagai anugerah Allah—bukan hasil dari perbuatan baik manusia—justru berpotensi menghasilkan pembaruan hidup orang percaya.

Melalui Ibadah Minggu V dalam masa Pra-Paskah, umat diajak untuk memahami makna kehadiran Yesus yang membawa harapan. Dari sana, umat diharapkan menumbuhkan kesadaran bahwa hidup dalam Yesus Sang Mesias adalah hidup yang dipenuhi pengharapan.

(Dian Penuntun Edisi 41)

Navigasi pos

Kebaktian Minggu, 15 Maret 2026
Warta Jemaat, Minggu, 22 Maret 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

  • YouTube
  • Foto
  • Warta Mingguan
    • Penatalayanan Kebaktian
    • Persekutuan
    • Renungan
    • Ringkasan Kegiatan
    • Statistik Kegiatan
    • Warta Jemaat
  • Nyanyian Jemaat
    • Kidung Jemaat (KJ)
    • Nyanyikanlah Kidung Baru (NKB)
    • Pelengkap Kidung Jemaat (PKJ)
  • Warta Tahunan
    • Bulan Keluarga
    • HUT GKI Harapan Indah
    • HUT PPK Tabitha
    • Jadwal Paskah
    • Jadwal Natal
    • Majalah Talenta

Warta dan Liturgi Jemaat

Warta Jemaat, Minggu 18 Oktober 2026
Liturgi, Minggu 18 Oktober 2026
Liturgi, Minggu 11 Oktober 2026

Tulisan Terakhir

  • Warta Jemaat, Minggu, 18 Oktober 2026
  • Belajar Memilih
  • Warta Jemaat, Minggu, 11 Oktober 2026
  • Belajar Kembali
  • Warta Jemaat, Minggu, 04 Oktober 2026
  • Belajar Mendengar
  • Kerjakanlah Keselamatanmu!
  • Warta Jemaat, Minggu, 20 September 2026
  • Allah Itu Baik
  • Warta Jemaat, Minggu, 13 September 2026
  • Instagram
  • YouTube
  • Facebook
  • Spotify
  • TikTok
  • Mail
myGKIHI+

Aplikasi myGKIHI+

Temukan di Google Play Unduh di App Store
Powered by WordPress Theme: BlogX by wpthemespace.com