Renungan Minggu, 12 April 2026 – Minggu Paskah 2
Dalam kalender gerejawi, minggu ini merupakan Minggu Paskah Kedua. Injil Yohanes 20:19–31 menampilkan tanda-tanda tubuh kebangkitan Kristus yang tampak dalam “bekas luka.” Tubuh Kristus yang terluka menjadi semacam prasasti yang mengingatkan pada penyaliban-Nya. Namun, dalam kisah ini, luka-luka tersebut mengalami transformasi: bukan lagi sekadar tanda penderitaan, melainkan tanda kemenangan—sebuah proses “mengatasi” trauma dan kekerasan salib.
Peristiwa ini tampak jelas dalam kisah Tomas. Ia ingin melihat dan menyentuh tangan Yesus yang telah dipaku serta lambung-Nya yang tertusuk. Ketika Yesus menampakkan diri kepadanya (Yoh. 20:24–28), Tomas dituntun untuk mengenali Kristus yang bangkit. Sejumlah kajian menilai bahwa Tomas berusaha memastikan realitas fisik kebangkitan Yesus sebagai dasar pembuktian imannya. Luka-luka yang ditunjukkan Yesus—bekas penyaliban—justru menjadi sarana perjumpaan iman. Tomas bahkan diundang untuk menyentuh luka tersebut, dan melalui pengalaman itulah ia beralih dari tidak percaya menjadi percaya.
Dalam kehidupan sehari-hari, umat pun diajak untuk mengenali dan mempercayai realitas Yesus yang bangkit—realitas yang mampu mengubah kehidupan.
Kisah Grace McDaniel menjadi salah satu contoh nyata. Ia lahir pada tahun 1888 dan dikenal sebagai sosok yang sering dijauhi karena penampilannya yang dianggap tidak elok. Ia dikucilkan oleh keluarga dan masyarakat, bahkan harus menghadapi pergunjingan, cemoohan, dan ejekan setiap hari. Pada tahun 1930-an, di tengah masyarakat yang menutup diri terhadap mereka yang “berbeda,” Grace mengambil langkah berani demi anak-anaknya. Ia bekerja dalam pertunjukan keliling—bukan untuk mencari ketenaran, melainkan untuk bertahan hidup. Dengan keberanian dan kasih, ia membesarkan keluarganya dalam keteguhan dan ketulusan.
Berita Firman pada Minggu ini mengajak umat untuk merenungkan bahwa Paskah adalah undangan untuk menjadi saksi kebangkitan Kristus yang mengubahkan. Seperti Grace yang mampu melampaui keterbatasan dirinya, umat pun dipanggil untuk mengalami perubahan dan menjadi saksi yang membawa perubahan bagi sesama. Melalui peristiwa kebangkitan Yesus, setiap orang diajak untuk membuka diri terhadap karya Allah yang mengubahkan hidup, serta berani menjadi saksi dari kasih dan kuasa-Nya.
(Diadaptasi dari Dian Penuntun Edisi 41)
Bacaan Alkitab:
Nyanyian Jemaat:
- KJ 226:1-5
- NKB 176:1-3
- Jadilah Terang Kami
- PKJ 212
- NKB 217:2,3,4







