Hidup yang dijalani sebagai umat Tuhan bukanlah hidup yang mudah, tanpa masalah, atau tanpa pergumulan. Berbagai persoalan hidup dapat disebabkan oleh perbuatan orang lain. Namun, ada pula persoalan yang muncul sebagai akibat dari tindakan diri sendiri. Selain itu, beratnya kehidupan juga dapat terjadi karena bencana atau kondisi alam yang tidak dapat dihindari.
Tidak sedikit umat Tuhan yang mempertanyakan kuasa dan karya-Nya ketika mereka berada dalam berbagai pergumulan hidup yang berat. Ada pula yang memilih melarikan diri saat harus menghadapi kenyataan hidup yang tidak mudah, bahkan berpaling kepada kuasa-kuasa lain yang dianggap lebih mampu memberikan kelegaan dan jalan keluar.
Bahan pada Minggu Biasa (Ordinary Times) kali ini mengajak umat untuk belajar dari pengalaman tokoh-tokoh Alkitab, yaitu Yakub, Daud, dan Paulus, yang mengalami kehadiran Tuhan serta merasakan karya-Nya di tengah kehidupan mereka, khususnya dalam pergumulan yang mereka hadapi.
Yakub mengalami penyertaan Tuhan selama masa pelariannya akibat ancaman pembunuhan dari Esau. Daud, di tengah pergumulannya, menghayati Allah sebagai Pribadi yang Mahahadir. Sementara itu, Paulus, melalui suratnya kepada jemaat di Roma, menghayati tuntunan dan penyertaan Tuhan dalam setiap pergumulan hidup.
Melalui bahan ini, umat Tuhan dituntun untuk menyadari bahwa mereka tidak pernah dibiarkan berjalan sendirian di tengah beratnya kehidupan. Tuhan senantiasa hadir dalam setiap pergumulan umat-Nya. Allah bukan hanya hadir, tetapi juga turut bekerja mendatangkan kebaikan bagi umat-Nya.
(Dian Penuntun, Edisi 42)







