• Syaloom
  • Kebaktian
    • Jadwal Kegiatan
    • Tata Ibadah
    • Etika Beribadah
  • Sejarah
    • Ini Aku, Utuslah Aku
    • Pos KPK Harapan Indah (Maret 1994 – Maret 1998)
    • Bakal Jemaat (Maret 1998 – Oktober 1999)
    • GKI Harapan Indah (Oktober 1999 – Sekarang)
    • Klasis Priangan GKI Sinode Wilayah Jawa Barat
  • Profil
    • Komisi
      • Komisi Anak
      • Komisi Remaja
      • Komisi Pemuda
      • Komisi Kairos
      • Komisi Wanita
      • Komisi Usia Indah
      • Komisi Musik
    • Visi dan Misi
    • Pengerja
    • Badan Hukum
    • Lokasi
    • Bakal Pos – Jemaat Mandiri GKI Symphony
    • Sekilas Situs
  • Rekening
  • Download
    • Rekap Kidung Jemaat (KJ)
    • Rekap Nyanyikanlah Kidung Baru (NKB)
    • Rekap Pelengkap Kidung Jemaat (PKJ)
    • Video Kegiatan
  • Warta-Liturgi Jemaat
  • Live Streaming
Skip to content
GKI Harapan Indah

GKI Harapan Indah

Jalan Taman Kenanga Blok HA Nomor 4 – 5, Kota Harapan Indah, Bekasi 17131, Jawa Barat, Indonesia

  • Syaloom
  • Kebaktian
    • Jadwal Kegiatan
    • Tata Ibadah
    • Etika Beribadah
  • Sejarah
    • Ini Aku, Utuslah Aku
    • Pos KPK Harapan Indah (Maret 1994 – Maret 1998)
    • Bakal Jemaat (Maret 1998 – Oktober 1999)
    • GKI Harapan Indah (Oktober 1999 – Sekarang)
    • Klasis Priangan GKI Sinode Wilayah Jawa Barat
  • Profil
    • Komisi
      • Komisi Anak
      • Komisi Remaja
      • Komisi Pemuda
      • Komisi Kairos
      • Komisi Wanita
      • Komisi Usia Indah
      • Komisi Musik
    • Visi dan Misi
    • Pengerja
    • Badan Hukum
    • Lokasi
    • Bakal Pos – Jemaat Mandiri GKI Symphony
    • Sekilas Situs
  • Rekening
  • Download
    • Rekap Kidung Jemaat (KJ)
    • Rekap Nyanyikanlah Kidung Baru (NKB)
    • Rekap Pelengkap Kidung Jemaat (PKJ)
    • Video Kegiatan
  • Warta-Liturgi Jemaat
  • Live Streaming

Renungan

Menjadi Bijak, Bukan Tamak, Terhadap Uang

- 27 September 2013 - admin 2 minutes read

Renungan Minggu, 29 September 2013

Sejak ditemukannya uang sebagai alat tukar barang, uang semakin penting keberadaannya. Bukan tak mungkin ada orang yang begitu bergantung hidupnya, entah disadari atau tidak, pada saat ada atau tiadanya uang. Kalaupun tidak bergantung, hidupnya dikendalikan oleh kuasa uang. Berbagai kasus korupsi yang marak diberitakan di media massa tanah air, menjadi salah satu cermin bagaimana kuasa dan daya pikat uang telah membelenggu sejumlah orang.

Belum lagi, kemudahan transaksi yang dimunculkan dunia ekonomi saat ini, misalnya melalui penerbitan dan penawaran kartu kredit, di mana kita tidak lagi perlu repot-repot membawa uang atau punya uang dulu, sebab (pembelian) bisa dicicil melalui hutang, membuat godaan untuk berbelanja semakin kuat. Akibatnya, orang tidak lagi bijak menggunakan uang, namun (justru) tergoda menjadi tamak karenanya.

Persoalan lain yang terkait dengan uang atau kekayaan adalah bahwa daya pikat untuk memilki suatu barang yang diupayakan oleh marketing lewat iklan, bisa menggoda manusia untuk menambah barang miliknya. Ada godaan ketidakpuasan di sana. Misalnya saja, lewat iklan rumah atau apartemen baru, gadget keluaran terkini, dan sebagainya.

Pada masa kini, salah satu jenis investasi yang lagi marak didengungkan adalah investasi emas di pasar Amerika. Seminar atau pelatihan untuk itu kerap diupayakan. Begitu pula soal property yang merupakan jenis investasi yang menggiurkan. Model-model investasi yang seperti ini memang menjadi daya tarik tersendiri di tengah tak menjanjikannya jenis-jenis investasi konvensional, seperti tabungan dan deposito. Padahal, manusia memiliki kebutuhan akan rasa nyaman dan kepastian di masa depan.

Hal-hal yang dipaparkan di atas, sedikit banyak bersama hal-hal lainnya, telah memperkuat spiritualitas yang egois dan egosentris (spiritualitas tamak): Apa-apa yang dilakukan dengan uang kerap ditujukan untuk kepentingan diri sendiri, atau setidaknya untuk kepentingan keluarganya sendiri. Padahal, model spiritualitas yang Yesus ajarkan dan teladankan adalah pengosongan diri, yang memberi tempat besar bagi kepentingan orang lain tanpa perlu mengabaikan kepentingan diri sendiri.

Melalui tema khotbah pada hari Minggu ini, umat hendak diingatkan untuk bersikap bijak, bukan tamak, terhadap uang. Dengan demikian, dalam diri umat senantiasa terdapat ruang untuk berbagi dengan sesama dan pada saat yang sama mengikis rasa egois dan egosentris yang berlebihan. (Dian Penuntun edisi 16, hal 209-210).

Bacaan Alkitab:

  1. Amos 6:1, 4-7
  2. Mazmur 146
  3. 1 Timotius 6:6-19
  4. Lukas 16:19-31

Nyanyian Jemaat:

  1. KJ 19:1,3,5
  2. PKJ 271:1-3
  3. KJ 169:1,2,5
  4. KJ 416:1,3
  5. NKB 183
  6. NKB 187:1,3

Navigasi pos

Warta Jemaat Minggu, 22 September 2013
Kebaktian Minggu, 29 September 2013

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

  • YouTube
  • Foto
  • Warta Mingguan
    • Penatalayanan Kebaktian
    • Persekutuan
    • Renungan
    • Ringkasan Kegiatan
    • Statistik Kegiatan
    • Warta Jemaat
  • Nyanyian Jemaat
    • Kidung Jemaat (KJ)
    • Nyanyikanlah Kidung Baru (NKB)
    • Pelengkap Kidung Jemaat (PKJ)
  • Warta Tahunan
    • Bulan Keluarga
    • HUT GKI Harapan Indah
    • HUT PPK Tabitha
    • Jadwal Paskah
    • Jadwal Natal
    • Majalah Talenta

Warta dan Liturgi Jemaat

Warta Jemaat, Minggu 25 Oktober 2026
Liturgi, Minggu 18 Oktober 2026
Liturgi, Minggu 11 Oktober 2026

Tulisan Terakhir

  • Warta Jemaat, Minggu, 25 Oktober 2026
  • Belajar Mewariskan
  • Warta Jemaat, Minggu, 18 Oktober 2026
  • Belajar Memilih
  • Warta Jemaat, Minggu, 11 Oktober 2026
  • Belajar Kembali
  • Warta Jemaat, Minggu, 04 Oktober 2026
  • Belajar Mendengar
  • Kerjakanlah Keselamatanmu!
  • Warta Jemaat, Minggu, 20 September 2026
  • Instagram
  • YouTube
  • Facebook
  • Spotify
  • TikTok
  • Mail
myGKIHI+

Aplikasi myGKIHI+

Temukan di Google Play Unduh di App Store
Powered by WordPress Theme: BlogX by wpthemespace.com