• Syaloom
  • Kebaktian
    • Jadwal Kegiatan
    • Tata Ibadah
    • Etika Beribadah
  • Sejarah
    • Ini Aku, Utuslah Aku
    • Pos KPK Harapan Indah (Maret 1994 – Maret 1998)
    • Bakal Jemaat (Maret 1998 – Oktober 1999)
    • GKI Harapan Indah (Oktober 1999 – Sekarang)
    • Klasis Priangan GKI Sinode Wilayah Jawa Barat
  • Profil
    • Komisi
      • Komisi Anak
      • Komisi Remaja
      • Komisi Pemuda
      • Komisi Kairos
      • Komisi Wanita
      • Komisi Usia Indah
      • Komisi Musik
    • Visi dan Misi
    • Pengerja
    • Badan Hukum
    • Lokasi
    • Bakal Pos – Jemaat Mandiri GKI Symphony
    • Sekilas Situs
  • Rekening
  • Download
    • Rekap Kidung Jemaat (KJ)
    • Rekap Nyanyikanlah Kidung Baru (NKB)
    • Rekap Pelengkap Kidung Jemaat (PKJ)
    • Video Kegiatan
  • Warta-Liturgi Jemaat
  • Live Streaming
Skip to content
GKI Harapan Indah

GKI Harapan Indah

Jalan Taman Kenanga Blok HA Nomor 4 – 5, Kota Harapan Indah, Bekasi 17131, Jawa Barat, Indonesia

  • Syaloom
  • Kebaktian
    • Jadwal Kegiatan
    • Tata Ibadah
    • Etika Beribadah
  • Sejarah
    • Ini Aku, Utuslah Aku
    • Pos KPK Harapan Indah (Maret 1994 – Maret 1998)
    • Bakal Jemaat (Maret 1998 – Oktober 1999)
    • GKI Harapan Indah (Oktober 1999 – Sekarang)
    • Klasis Priangan GKI Sinode Wilayah Jawa Barat
  • Profil
    • Komisi
      • Komisi Anak
      • Komisi Remaja
      • Komisi Pemuda
      • Komisi Kairos
      • Komisi Wanita
      • Komisi Usia Indah
      • Komisi Musik
    • Visi dan Misi
    • Pengerja
    • Badan Hukum
    • Lokasi
    • Bakal Pos – Jemaat Mandiri GKI Symphony
    • Sekilas Situs
  • Rekening
  • Download
    • Rekap Kidung Jemaat (KJ)
    • Rekap Nyanyikanlah Kidung Baru (NKB)
    • Rekap Pelengkap Kidung Jemaat (PKJ)
    • Video Kegiatan
  • Warta-Liturgi Jemaat
  • Live Streaming

Renungan

Aku Cinta Indonesia

- 24 Mei 2019 | 26 Mei 2019 - admin 3 minutes read

Renungan Minggu, 26 Mei 2019 – Minggu Paskah VI

“Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.”
(Yeremia 29:7).

Pada tanggal 20 Mei 2019 lalu kita memperingati suatu hari yang penting dan bersejarah dalam perjalanan hidup bangsa kita, yakni hari Kebangkitan Nasional. Mengapa disebut sebagai hari Kebangkitan Nasional? Sebab, rakyat Indonesia yang sebelumnya masih terkotak-kotak dalam identitasnya masing-masing, kini mulai membangun kesadaran sebagai satu saudara sebangsa dan setanah air.

Kesadaran sebagai satu bangsa dan tanah air mulai muncul ketika rakyat merasa senasib dan sepenanggungan di bawah penjajahan bangsa lain. Dari sini, mereka mulai menggalang persatuan yang tidak lagi dibatasi oleh identitas kesukuan atau keagamaan secara sempit, melainkan sebagai sesama anak bangsa yang bersama-sama berjuang bagi kemerdekaan bangsanya.

Yeremia dalam suratnya kepada para tua-tua, imam-imam, nabi-nabi dan kepada seluruh bangsa Israel yang berada di pembuangan berpersan untuk tidak hanya meratapi nasib mereka di pembuangan Babel, melainkan untuk mengusahakan kesejahteraan kota itu serta berdoa baginya ke mana Tuhan membuang mereka. Memang, pembuangan ke Babel harus mereka alami karena pemberontakan dan ketidaksetiaan mereka kepada Tuhan, tetapi Tuhan ingin memberi didikan kepada umat-Nya untuk belajar tentang arti kerendahan hati, ketaatan dan kesetiaan kepada Tuhan. Lebih dari itu, sekalipun mereka ada di dalam pembuangan, Tuhan ingin agar mereka bangkit dari situasi meratapi diri, lalu berbuat sesuatu bagi kota di mana mereka Tuhan buang.

Firman Tuhan katakan: “Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.” Konsekuensi dari pelanggaran mereka memang harus ditanggung, tetapi yang menarik adalah di dalam penghukuman itu Tuhan masih menaruh kasih setia-Nya bagi umat-Nya. Ia tidak ingin mereka putus asa karena kepedihan dan ratapan mereka sebagai bangsa buangan, melainkan bangkit membangun kehidupan mereka sendiri beserta anak cucu mereka nantinya.

Bila narasi Yeremia ini dikaitkan dengan kondisi di negeri kita, tentu saja situasinya lain. Kita bukanlah orang-orang buangan. Banyak dari antara kita telah lahir di bumi pertiwi sejak mulanya. Kita adalah warga negara Indonesia. Maka, seharusnya kita mampu berbuat lebih daripada orang-orang Israel di pembuangan. Kalau mereka saja sebagai bangsa buangan diminta untuk berbuat sesuatu yang mendatangkan kesejahteraan kota di mana Tuhan membuang mereka, maka kita tentu lebih dari mereka. Kita patut membangun kesejahteraan negara kita sendiri, tanah tumpah darah kita sendiri, tanah air kita sendiri.

Untuk dapat membangun kesejahteraan bangsa ini, kita tidak dapat berjalan sendiri, kita perlu bergandengan tangan dan bekerja sama dengan berbagai kalangan lintas etnis, suku, agama, politik, sosial, ekonomi, gender, usia. Bukan sebagai orang asing ataupun pendatang, melainkan sebagai warga asli di dalamnya, yakni sebagai sesama orang Indonesia.

Identitas etnis, kesukuan dan keagamaan memang tetap ada dan tidak akan pernah dapat hilang, namun kita mau meletakkan itu semua di bawah satu identitas yang menyatukan kita, yakni sebagai sesama orang Indonesia yang sama-sama mencintai negeri ini dan berupaya menghadirkan kedamaian dan keadilan bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Selamat hari Kebangkitan Nasional, kiranya Tuhan semakin mengukuhkan kecintaan kita terhadap Indonesia lewat segenap karya yang kita lakukan bagi negeri ini. ( Pdt. Markus Hadinata).

Bacaan Alkitab:

  1. Kisah Para Rasul 16:9-15
  2. Mazmur 67
  3. Wahyu 21:10, 22 – 22:5
  4. Yohanes 14:23-29

Nyanyian Jemaat:

  1. KJ 20:1-3
  2. NKB 178:1-3
  3. PKJ 43:1-4
  4. PKJ 143:1-3
  5. PKJ 153
  6. NKB 210:1-3

Navigasi pos

Warta Jemaat Minggu, 19 Mei 2019
Kebaktian Minggu, 26 Mei 2019

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

  • YouTube
  • Foto
  • Warta Mingguan
    • Penatalayanan Kebaktian
    • Persekutuan
    • Renungan
    • Ringkasan Kegiatan
    • Statistik Kegiatan
    • Warta Jemaat
  • Nyanyian Jemaat
    • Kidung Jemaat (KJ)
    • Nyanyikanlah Kidung Baru (NKB)
    • Pelengkap Kidung Jemaat (PKJ)
  • Warta Tahunan
    • Bulan Keluarga
    • HUT GKI Harapan Indah
    • HUT PPK Tabitha
    • Jadwal Paskah
    • Jadwal Natal
    • Majalah Talenta

Warta dan Liturgi Jemaat

Warta Jemaat, Minggu 25 Oktober 2026
Liturgi, Minggu 18 Oktober 2026
Liturgi, Minggu 11 Oktober 2026

Tulisan Terakhir

  • Warta Jemaat, Minggu, 25 Oktober 2026
  • Belajar Mewariskan
  • Warta Jemaat, Minggu, 18 Oktober 2026
  • Belajar Memilih
  • Warta Jemaat, Minggu, 11 Oktober 2026
  • Belajar Kembali
  • Warta Jemaat, Minggu, 04 Oktober 2026
  • Belajar Mendengar
  • Kerjakanlah Keselamatanmu!
  • Warta Jemaat, Minggu, 20 September 2026
  • Instagram
  • YouTube
  • Facebook
  • Spotify
  • TikTok
  • Mail
myGKIHI+

Aplikasi myGKIHI+

Temukan di Google Play Unduh di App Store
Powered by WordPress Theme: BlogX by wpthemespace.com