• Syaloom
  • Kebaktian
    • Jadwal Kegiatan
    • Tata Ibadah
    • Etika Beribadah
  • Sejarah
    • Ini Aku, Utuslah Aku
    • Pos KPK Harapan Indah (Maret 1994 – Maret 1998)
    • Bakal Jemaat (Maret 1998 – Oktober 1999)
    • GKI Harapan Indah (Oktober 1999 – Sekarang)
    • Klasis Priangan GKI Sinode Wilayah Jawa Barat
  • Profil
    • Komisi
      • Komisi Anak
      • Komisi Remaja
      • Komisi Pemuda
      • Komisi Kairos
      • Komisi Wanita
      • Komisi Usia Indah
      • Komisi Musik
    • Visi dan Misi
    • Pengerja
    • Badan Hukum
    • Lokasi
    • Bakal Pos – Jemaat Mandiri GKI Symphony
    • Sekilas Situs
  • Rekening
  • Download
    • Rekap Kidung Jemaat (KJ)
    • Rekap Nyanyikanlah Kidung Baru (NKB)
    • Rekap Pelengkap Kidung Jemaat (PKJ)
    • Video Kegiatan
  • Warta-Liturgi Jemaat
  • Live Streaming
Skip to content
GKI Harapan Indah

GKI Harapan Indah

Jalan Taman Kenanga Blok HA Nomor 4 – 5, Kota Harapan Indah, Bekasi 17131, Jawa Barat, Indonesia

  • Syaloom
  • Kebaktian
    • Jadwal Kegiatan
    • Tata Ibadah
    • Etika Beribadah
  • Sejarah
    • Ini Aku, Utuslah Aku
    • Pos KPK Harapan Indah (Maret 1994 – Maret 1998)
    • Bakal Jemaat (Maret 1998 – Oktober 1999)
    • GKI Harapan Indah (Oktober 1999 – Sekarang)
    • Klasis Priangan GKI Sinode Wilayah Jawa Barat
  • Profil
    • Komisi
      • Komisi Anak
      • Komisi Remaja
      • Komisi Pemuda
      • Komisi Kairos
      • Komisi Wanita
      • Komisi Usia Indah
      • Komisi Musik
    • Visi dan Misi
    • Pengerja
    • Badan Hukum
    • Lokasi
    • Bakal Pos – Jemaat Mandiri GKI Symphony
    • Sekilas Situs
  • Rekening
  • Download
    • Rekap Kidung Jemaat (KJ)
    • Rekap Nyanyikanlah Kidung Baru (NKB)
    • Rekap Pelengkap Kidung Jemaat (PKJ)
    • Video Kegiatan
  • Warta-Liturgi Jemaat
  • Live Streaming

Renungan

Campur Tangan Allah dalam Kehidupan

- 4 Januari 2014 - admin 2 minutes read

Renungan Minggu, 5 Januari 2014

Betapa menggembirakan saat kita mengawali minggu pertama di tahun ini dengan suatu kesadaran bahwa Allah ikut campur dalam kehidupan kita. Saat kita dihadapkan pada kesulitan yang seolah tanpa akhir, seringkali kita menengadah ke atas dan bertanya: apakah Allah peduli dan mengerti? Demikian pula saat kita merasakan kesendirian dan kesepian yang dalam, di mana tak seorang pun mengerti kita, kita bertanya: apakah Allah peduli dan mengerti? Saat kita dihadapkan pada ketidakpastian akan masa depan, kita juga bertanya: apakah Allah peduli dan mengerti? Saat kita melihat ketidakadilan di mana-mana, bahkan ketidakadilan itu juga menimpa kita, kita kembali bertanya: apakah Allah peduli dan mengerti? Jawaban untuk semua pertanyaan ini adalah Allah turut campur dalam hidup kita, bahkan Dia berdiam di antara kita. Kebenaran ini sangat membesarkan hati, kontras dengan pandangan deisme maupun konsep fatalisme yang dianut sebagian orang.

Deisme membuat banyak orang kehilangan pengharapan, selain berjuang pada kekuatannya sendiri. Bukankah segala sesuatu sudah ada hukum dan aturannya? Jika manusia melakukan kesalahan, maka sudah sepantasnya manusia menanggungnya. Allah tidak bisa diminta tolong atau apa pun, karena Dia sudah selesai melakukan tugasNya. Ia tidak ikut campur lagi dalam jalannya kehidupan ini. Fatalisme atau kepercayaan mengenai takdir juga membawa keputusasaan. Jika segala sesuatu sudah diatur dan ditetapkan, lalu masih adakah ruang bagi sebuah semangat dan harapan?

Dia berdiam di antara kita mengisyaratkan rahmat Allah yang tak tertandingi oleh apa pun. Siapakah kita, sehingga Dia, Allah yang tak terbatas, membiarkan diriNya berada di tengah kita yang serba terbatas? Dia berdiam di antara kita juga menunjukkan kasih sayangNya yang tiada tara. Siapakah kita, sehingga Dia menjadikan kita sebagai anak-anakNya, dan memperkenankan kita memanggilNya sebagai Bapa? Nyata sekali bahwa Dia menghendaki hubungan yang dekat dengan kita.

Undangan untuk merayakan dan menghayati keberdiaman Allah di tengah kita saat ini kita imani melalui Perjamuan Kudus. Inilah tanda yang kelihatan mengenai campur tangan Allah yang tak pernah selesai dalam hidup kita. Maka respon kita yang seharusnya adalah membuka hati dan menyadari ketidakberdayaan kita, sekaligus kebutuhan kita akan Allah. (Dian Penuntun edisi 17, hal. 85-86).

Bacaan Alkitab

  1. Yeremia 31:7-14
  2. Mazmur 147:12-20
  3. Efesus 1:3-14
  4. Lukas 2:22-40

Nyanyian Jemaat:

  1. NKB 3:1-3
  2. NKB 171:1,2
  3. NKB 140:1-3
  4. NKB 162:1,3
  5. NKB 133
  6. KJ 368
  7. NKB 129:1,3

Navigasi pos

Talenta Edisi X : Mei 2013 (Re-post)
Kebaktian Minggu, 5 Januari 2014

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

  • YouTube
  • Foto
  • Warta Mingguan
    • Penatalayanan Kebaktian
    • Persekutuan
    • Renungan
    • Ringkasan Kegiatan
    • Statistik Kegiatan
    • Warta Jemaat
  • Nyanyian Jemaat
    • Kidung Jemaat (KJ)
    • Nyanyikanlah Kidung Baru (NKB)
    • Pelengkap Kidung Jemaat (PKJ)
  • Warta Tahunan
    • Bulan Keluarga
    • HUT GKI Harapan Indah
    • HUT PPK Tabitha
    • Jadwal Paskah
    • Jadwal Natal
    • Majalah Talenta

Warta dan Liturgi Jemaat

Warta Jemaat, Minggu 18 Oktober 2026
Liturgi, Minggu 18 Oktober 2026
Liturgi, Minggu 11 Oktober 2026

Tulisan Terakhir

  • Warta Jemaat, Minggu, 18 Oktober 2026
  • Belajar Memilih
  • Warta Jemaat, Minggu, 11 Oktober 2026
  • Belajar Kembali
  • Warta Jemaat, Minggu, 04 Oktober 2026
  • Belajar Mendengar
  • Kerjakanlah Keselamatanmu!
  • Warta Jemaat, Minggu, 20 September 2026
  • Allah Itu Baik
  • Warta Jemaat, Minggu, 13 September 2026
  • Instagram
  • YouTube
  • Facebook
  • Spotify
  • TikTok
  • Mail
myGKIHI+

Aplikasi myGKIHI+

Temukan di Google Play Unduh di App Store
Powered by WordPress Theme: BlogX by wpthemespace.com