• Syaloom
  • Kebaktian
    • Jadwal Kegiatan
    • Tata Ibadah
    • Etika Beribadah
  • Sejarah
    • Ini Aku, Utuslah Aku
    • Pos KPK Harapan Indah (Maret 1994 – Maret 1998)
    • Bakal Jemaat (Maret 1998 – Oktober 1999)
    • GKI Harapan Indah (Oktober 1999 – Sekarang)
    • Klasis Priangan GKI Sinode Wilayah Jawa Barat
  • Profil
    • Komisi
      • Komisi Anak
      • Komisi Remaja
      • Komisi Pemuda
      • Komisi Kairos
      • Komisi Wanita
      • Komisi Usia Indah
      • Komisi Musik
    • Visi dan Misi
    • Pengerja
    • Badan Hukum
    • Lokasi
    • Bakal Pos – Jemaat Mandiri GKI Symphony
    • Sekilas Situs
  • Rekening
  • Download
    • Rekap Kidung Jemaat (KJ)
    • Rekap Nyanyikanlah Kidung Baru (NKB)
    • Rekap Pelengkap Kidung Jemaat (PKJ)
    • Video Kegiatan
  • Warta-Liturgi Jemaat
  • Live Streaming
Skip to content
GKI Harapan Indah

GKI Harapan Indah

Jalan Taman Kenanga Blok HA Nomor 4 – 5, Kota Harapan Indah, Bekasi 17131, Jawa Barat, Indonesia

  • Syaloom
  • Kebaktian
    • Jadwal Kegiatan
    • Tata Ibadah
    • Etika Beribadah
  • Sejarah
    • Ini Aku, Utuslah Aku
    • Pos KPK Harapan Indah (Maret 1994 – Maret 1998)
    • Bakal Jemaat (Maret 1998 – Oktober 1999)
    • GKI Harapan Indah (Oktober 1999 – Sekarang)
    • Klasis Priangan GKI Sinode Wilayah Jawa Barat
  • Profil
    • Komisi
      • Komisi Anak
      • Komisi Remaja
      • Komisi Pemuda
      • Komisi Kairos
      • Komisi Wanita
      • Komisi Usia Indah
      • Komisi Musik
    • Visi dan Misi
    • Pengerja
    • Badan Hukum
    • Lokasi
    • Bakal Pos – Jemaat Mandiri GKI Symphony
    • Sekilas Situs
  • Rekening
  • Download
    • Rekap Kidung Jemaat (KJ)
    • Rekap Nyanyikanlah Kidung Baru (NKB)
    • Rekap Pelengkap Kidung Jemaat (PKJ)
    • Video Kegiatan
  • Warta-Liturgi Jemaat
  • Live Streaming

Renungan

Keputusanku: Mengikut Yesus, Rajaku

- 21 November 2014 - admin 2 minutes read

Renungan Minggu, 23 November 2014

Konsep kerajaan memang bukan sesuatu yang asing bagi bangsa Israel. Sejak awal keberadaannya, jauh sebelum memiliki dan kenal raja-raja duniawinya, mereka telah memilki dan kenal satu-satunya Raja Sejati, yaitu Allah. Kepada mereka – melalui Musa -, Allah katakan, “jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firmanKu dan berpegang pada perjanjianKu, … Kamu akan menjadi bagiKu kerajaan imam dan bangsa yang kudus” (Keluaran 19:5-6). Raja Sejati dari kerajaan imam itu tidak lain dari Allah sendiri.

Begitulah, sebagai Raja Sejati, Allah tidak memerintah bangsa Israel seperti seorang raja duniawi; Ia pimpin dan nasihati mereka seperti seorang gembala. Karena itu, Allah memilih Musa, seorang gembala (Keluaran 3:1), untuk jadi seorang hamba Allah (bukan seorang raja!) yang memimpin bangsa Israel.

Demikianlah model kepemimpinan itu terus berlanjut selama 400-an tahun, sampai kepada para nabi dan para hakim. Para nabi dipakai Allah untuk menyampaikan firmanNya. Para hakim dipakai Allah untuk menasehati umat Israel pada masa damai, dan memimpin mereka pada masa perang.

Namun, Musa telah mengantisipasi keinginan bangsa Israel di masa depan. Kepada bangsanya, ia sudah mewanti-wanti, “Apabila engkau telah masuk ke negeri (Kanaan) …. Engkau (akan) berkata: Aku mau mengangkat raja atasku, seperti segala bangsa yang di sekelilingku” (Ulangan 17:14).

Dan benar! Setelah lewat masa 400-an tahun, bangsa Israel datang kepada Samuel dengan permintaan akan seorang raja duniawi untuk memerintah mereka. Mereka katakan kepadanya, “Engkau sudah tua dan anak-anakmu tidak hidup seperti engkau; maka angkatlah sekarang seorang raja atas kami untuk memerintah kami, seperti pada segala bangsa-bangsa lain” (1 Samuel 8:5).

Samuel kesal dengan permintaan mereka, karena dengan cara itu mereka telah menolak Allah untuk menjadi Raja Sejati atas mereka. Namun, setelah mendapat perkenan Allah, Samuel akhirnya memenuhi permintaan mereka, biarpun bukan tanpa peringatan atas hak dan sepak-terjang raja atas mereka (1 Samuel 8:8-21).

Sejak saat itulah, bangsa Israel mengalami apa yang seorang sejarawan katakan, “Kerajaan duniawi menjadi penyebab utama kehancuran bangsa Israel” (The monarchy was the principle architect of Israel’s ruin). Di bawah pemerintahan raja-raja duniawinya, bangsa Israel mengalami pelbagai penderitaan, sebagai akibat dari kemurtadan, keserakahan dan kekejaman para rajanya. (Dian Penuntun edisi 18, halaman 243 – 244).

Bacaan Alkitab:

  1. Yehezkiel 34:11-16, 20-24
  2. Mazmur 100
  3. Efesus 1:15-23
  4. Matius 25:31-46

Nyanyian Jemaat:

  1. KJ 17:1-3
  2. KJ 405:1-3
  3. KJ 361:1,2,4
  4. KJ 395:1,2
  5. KJ 450
  6. KJ 355:1,2

Navigasi pos

Warta Jemaat Minggu, 16 November 2014
Kebaktian Minggu, 23 November 2014

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

  • YouTube
  • Foto
  • Warta Mingguan
    • Penatalayanan Kebaktian
    • Persekutuan
    • Renungan
    • Ringkasan Kegiatan
    • Statistik Kegiatan
    • Warta Jemaat
  • Nyanyian Jemaat
    • Kidung Jemaat (KJ)
    • Nyanyikanlah Kidung Baru (NKB)
    • Pelengkap Kidung Jemaat (PKJ)
  • Warta Tahunan
    • Bulan Keluarga
    • HUT GKI Harapan Indah
    • HUT PPK Tabitha
    • Jadwal Paskah
    • Jadwal Natal
    • Majalah Talenta

Warta dan Liturgi Jemaat

Warta Jemaat, Minggu 18 Oktober 2026
Liturgi, Minggu 18 Oktober 2026
Liturgi, Minggu 11 Oktober 2026

Tulisan Terakhir

  • Warta Jemaat, Minggu, 18 Oktober 2026
  • Belajar Memilih
  • Warta Jemaat, Minggu, 11 Oktober 2026
  • Belajar Kembali
  • Warta Jemaat, Minggu, 04 Oktober 2026
  • Belajar Mendengar
  • Kerjakanlah Keselamatanmu!
  • Warta Jemaat, Minggu, 20 September 2026
  • Allah Itu Baik
  • Warta Jemaat, Minggu, 13 September 2026
  • Instagram
  • YouTube
  • Facebook
  • Spotify
  • TikTok
  • Mail
myGKIHI+

Aplikasi myGKIHI+

Temukan di Google Play Unduh di App Store
Powered by WordPress Theme: BlogX by wpthemespace.com