• Syaloom
  • Kebaktian
    • Jadwal Kegiatan
    • Tata Ibadah
    • Etika Beribadah
  • Sejarah
    • Ini Aku, Utuslah Aku
    • Pos KPK Harapan Indah (Maret 1994 – Maret 1998)
    • Bakal Jemaat (Maret 1998 – Oktober 1999)
    • GKI Harapan Indah (Oktober 1999 – Sekarang)
    • Klasis Priangan GKI Sinode Wilayah Jawa Barat
  • Profil
    • Komisi
      • Komisi Anak
      • Komisi Remaja
      • Komisi Pemuda
      • Komisi Kairos
      • Komisi Wanita
      • Komisi Usia Indah
      • Komisi Musik
    • Visi dan Misi
    • Pengerja
    • Badan Hukum
    • Lokasi
    • Bakal Pos – Jemaat Mandiri GKI Symphony
    • Sekilas Situs
  • Rekening
  • Download
    • Rekap Kidung Jemaat (KJ)
    • Rekap Nyanyikanlah Kidung Baru (NKB)
    • Rekap Pelengkap Kidung Jemaat (PKJ)
    • Video Kegiatan
  • Warta-Liturgi Jemaat
  • Live Streaming
Skip to content
GKI Harapan Indah

GKI Harapan Indah

Jalan Taman Kenanga Blok HA Nomor 4 – 5, Kota Harapan Indah, Bekasi 17131, Jawa Barat, Indonesia

  • Syaloom
  • Kebaktian
    • Jadwal Kegiatan
    • Tata Ibadah
    • Etika Beribadah
  • Sejarah
    • Ini Aku, Utuslah Aku
    • Pos KPK Harapan Indah (Maret 1994 – Maret 1998)
    • Bakal Jemaat (Maret 1998 – Oktober 1999)
    • GKI Harapan Indah (Oktober 1999 – Sekarang)
    • Klasis Priangan GKI Sinode Wilayah Jawa Barat
  • Profil
    • Komisi
      • Komisi Anak
      • Komisi Remaja
      • Komisi Pemuda
      • Komisi Kairos
      • Komisi Wanita
      • Komisi Usia Indah
      • Komisi Musik
    • Visi dan Misi
    • Pengerja
    • Badan Hukum
    • Lokasi
    • Bakal Pos – Jemaat Mandiri GKI Symphony
    • Sekilas Situs
  • Rekening
  • Download
    • Rekap Kidung Jemaat (KJ)
    • Rekap Nyanyikanlah Kidung Baru (NKB)
    • Rekap Pelengkap Kidung Jemaat (PKJ)
    • Video Kegiatan
  • Warta-Liturgi Jemaat
  • Live Streaming

Renungan

Membuka Isolasi, Menjalin Relasi

- 14 Maret 2020 - admin 2 minutes read

Renungan Minggu, 15 Maret 2020 – Minggu Pra-Paskah 3

Alkitab Perjanjian Lama mencatat bahwa segera sesudah terjadinya tragedi pembunuhan pertama dalam kisah Kain dan Habel, manusia suka mengkotak-kotakkan dirinya berdasarkan identitas kelompoknya. Dalam Kejadian 4:17 dikatakan: “Kain bersetubuh dengan istrinya dan mengandunglah perempuan itu. lalu melahirkan Henokh; kemudian Kain mendirikan suatu kota dan dinamainya kota itu Henokh, menurut nama anaknya”. Untuk pertama kalinya dalam sejarah umat manusia, Kain mendirikan suatu kota dan menamainya menurut identitas atau ciri khas kaumnya, yaitu nama keturunannya sendiri (Henokh).

Apa yang dilakukan oleh Kain, pada kemudian hari ditiru oleh orang-orang dalam peristiwa menara Babel (Kejadian 11:1-9). Mereka mencoba untuk mendirikan sebuah hegemoni kekuasaan di atas landasan keseragaman (Kejadian 11: 4). Hal ini, secara intuitif dan normatif sudah bertentangan dengan apa yang mula-mula menjadi rancangan Allah bagi dunia pada awal penciptaan. Dalam Kejadian 1:28, Allah berkata, “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi. “Membangun menara untuk menghimpun manusia berlawanan dengan kehendak Allah agar manusia memenuhi bumi.

Sungguh ironis ketika manusia lebih suka memperkokoh identitas kelompoknya sendiri dan mendiskriminasikan mereka yang ada di luar kelompoknya, padahal misi Allah sebagaimana dikatakan dalam Kejadian 1:28 adalah menjadikan manusia sebagai pamong bagi seluruh dunia.

Oleh sebab itu penulis kitab Kejadian dengan sangat jeli menempatkan kisah perjalanan Abram dalam Kejadian 12 (bacaan pertama Minggu lalu / Prapaskah II) persis setelah kisah menara Babel diruntuhkan dan bumi terserak begitu rupa dalam keberagaman.

Dari situlah kisah pemanggilan Abram kemudian terbit sebagai model inklusivitas dalam diri Abram yang bersedia keluar dari zona nyaman, cangkang eksklusivisme dan keseragaman kaumnya untuk kemudian menjangkau realitas yang beragam. Melalui perenungan pada Minggu Prapaskah III ini, umat diajak untuk merefleksikan ulang kehidupan dan karya Kristus bukan hanya dari kacamata pemulihan yang bersifat individual semata melainkan juga pemulihan yang mencakup relasi-relasi yang lebih luas (komunal) yaitu relasi manusia dengan sesamanya dalam realitas keseharian. (Dian Penuntun Edisi 29).

Bacaan Alkitab:

  1. Keluaran 17:1-7
  2. Mazmur 95
  3. Roma 5:1-11
  4. Yohanes 4:5-42

Nyanyian Jemaat:

  1. KJ 159:1-3
  2. KJ 159:4-6
  3. PKJ 40
  4. KJ 235
  5. KJ 365 b
  6. KJ 249:1-3

Navigasi pos

Warta Jemaat Minggu, 8 Maret 2020
Kebaktian Minggu, 15 Maret 2020

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

  • YouTube
  • Foto
  • Warta Mingguan
    • Penatalayanan Kebaktian
    • Persekutuan
    • Renungan
    • Ringkasan Kegiatan
    • Statistik Kegiatan
    • Warta Jemaat
  • Nyanyian Jemaat
    • Kidung Jemaat (KJ)
    • Nyanyikanlah Kidung Baru (NKB)
    • Pelengkap Kidung Jemaat (PKJ)
  • Warta Tahunan
    • Bulan Keluarga
    • HUT GKI Harapan Indah
    • HUT PPK Tabitha
    • Jadwal Paskah
    • Jadwal Natal
    • Majalah Talenta

Warta dan Liturgi Jemaat

Warta Jemaat, Minggu 25 Oktober 2026
Liturgi, Minggu 18 Oktober 2026
Liturgi, Minggu 11 Oktober 2026

Tulisan Terakhir

  • Warta Jemaat, Minggu, 25 Oktober 2026
  • Belajar Mewariskan
  • Warta Jemaat, Minggu, 18 Oktober 2026
  • Belajar Memilih
  • Warta Jemaat, Minggu, 11 Oktober 2026
  • Belajar Kembali
  • Warta Jemaat, Minggu, 04 Oktober 2026
  • Belajar Mendengar
  • Kerjakanlah Keselamatanmu!
  • Warta Jemaat, Minggu, 20 September 2026
  • Instagram
  • YouTube
  • Facebook
  • Spotify
  • TikTok
  • Mail
myGKIHI+

Aplikasi myGKIHI+

Temukan di Google Play Unduh di App Store
Powered by WordPress Theme: BlogX by wpthemespace.com