• Syaloom
  • Kebaktian
    • Jadwal Kegiatan
    • Tata Ibadah
    • Etika Beribadah
  • Sejarah
    • Ini Aku, Utuslah Aku
    • Pos KPK Harapan Indah (Maret 1994 – Maret 1998)
    • Bakal Jemaat (Maret 1998 – Oktober 1999)
    • GKI Harapan Indah (Oktober 1999 – Sekarang)
    • Klasis Priangan GKI Sinode Wilayah Jawa Barat
  • Profil
    • Komisi
      • Komisi Anak
      • Komisi Remaja
      • Komisi Pemuda
      • Komisi Kairos
      • Komisi Wanita
      • Komisi Usia Indah
      • Komisi Musik
    • Visi dan Misi
    • Pengerja
    • Badan Hukum
    • Lokasi
    • Bakal Pos – Jemaat Mandiri GKI Symphony
    • Sekilas Situs
  • Rekening
  • Download
    • Rekap Kidung Jemaat (KJ)
    • Rekap Nyanyikanlah Kidung Baru (NKB)
    • Rekap Pelengkap Kidung Jemaat (PKJ)
    • Video Kegiatan
  • Warta-Liturgi Jemaat
  • Live Streaming
Skip to content
GKI Harapan Indah

GKI Harapan Indah

Jalan Taman Kenanga Blok HA Nomor 4 – 5, Kota Harapan Indah, Bekasi 17131, Jawa Barat, Indonesia

  • Syaloom
  • Kebaktian
    • Jadwal Kegiatan
    • Tata Ibadah
    • Etika Beribadah
  • Sejarah
    • Ini Aku, Utuslah Aku
    • Pos KPK Harapan Indah (Maret 1994 – Maret 1998)
    • Bakal Jemaat (Maret 1998 – Oktober 1999)
    • GKI Harapan Indah (Oktober 1999 – Sekarang)
    • Klasis Priangan GKI Sinode Wilayah Jawa Barat
  • Profil
    • Komisi
      • Komisi Anak
      • Komisi Remaja
      • Komisi Pemuda
      • Komisi Kairos
      • Komisi Wanita
      • Komisi Usia Indah
      • Komisi Musik
    • Visi dan Misi
    • Pengerja
    • Badan Hukum
    • Lokasi
    • Bakal Pos – Jemaat Mandiri GKI Symphony
    • Sekilas Situs
  • Rekening
  • Download
    • Rekap Kidung Jemaat (KJ)
    • Rekap Nyanyikanlah Kidung Baru (NKB)
    • Rekap Pelengkap Kidung Jemaat (PKJ)
    • Video Kegiatan
  • Warta-Liturgi Jemaat
  • Live Streaming

Renungan

Mengasihi Diri Sendiri dan Sesama

- 28 Oktober 2023 | 28 Oktober 2023 - admin 2 minutes read

Renungan Minggu, 29 Oktober 2023

Di gereja ketika menanti jam kebaktian dimulai, seorang ibu yang duduk di bangku di depan saya sedang membaca warta jemaat. Entah kepada dirinya sendiri atau kepada suaminya yang duduk di sebelahnya, ia berkata: “Bosen! Lagi-lagi temanya tentang ‘KASIH’. Tema klise!”

Timbul pertanyaan: Apakah mengasihi itu sebuah lelucon? Apakah mengasihi sebuah ungkapan atau tindakan lucu dan menggelikan hati?

Secara sederhana, kata ‘klise’ mau mangatakan bahwa sesuatu itu sudah mengalami peyorasi atau sudah mengalami perubahan makna yang mengakibatkan sebuah ungkapan menggambarkan sesuatu yang lebih tidak enak, tidak baik dan sebagainya. Misalnya, kata perempuan yang sudah mengalami peyorasi, dahulu artinya ‘yang menjadi tuan’.

Umumnya, kata ‘klise’ diartikan sebagai ungkapan atau ekspresi yang  sering dipakai sehingga ekspresi atau ungkapan itu kehilangan makna, atau efek hasilnya memudar, bahkan bisa terdengar dan memberi kesan menyebalkan apalagi ketika awalnya dianggap sangat bermakna.

Perintah mengasihi, baik mengasihi Tuhan, Allah maupun mengasihi sesama adalah perintah yang baik dan layak dilakukan di dalam kehidupan bersama. Mengasihi sesama bisa menolong seseorang membangun relasi yang baik dengan sesama bahkan menghadirkan damai sejahtera di dalam hidup bersama dengan sesama.

Tetapi, apakah perintah mengasihi itu hanya “kasihilah Tuhan, Allahmu” dan “kasihilah  sesamamu manusia” saja? Ternyata, tidak! Dalam Imamat 19:18 dan Matius 22:39 dikatakan, “kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” 

Secara sederhana, mengasihi sesama akan selalu dimulai dengan mengasihi diri sendiri. Namun, mengasihi diri sendiri ini jangan dipahami sebagai egoisme dan egoistis, kasih yang hanya untuk kepentingan dan keuntungan diri sendiri.

Karena egoisme dan egoistis dapat mencerminkan seseorang yang belum selesai dengan dirinya sendiri. Seseorang yang tidak mengasihi diri sendiri, akan sulit bahkan tidak mungkin mengasihi sesama dengan tulus dan rendah hati. Jadi, benarkah mengasihi itu klise?

Setelah pada Minggu ke-4 Bulan Keluarga, umat diajak untuk memberikan kehidupan keluarganya sebagai persembahan yang hidup bagi Allah, maka pada Minggu terakhir Bulan Keluarga ini kita akan menutupnya dengan ajakan mempersembahkan hidup keluarga kepada Allah yang diwujudkan dalam hidup saling mengasihi di antara anggota keluarga yang didasarkan mengasihi diri sendiri. (Dian Penuntun Edisi 36).

Bacaan Alkitab:

  1. Imamat 19:1-2, 15-18
  2. Mazmur 1
  3. 1 Tesalonika 2:1-8
  4. Matius 22:34-46

Nyanyian Jemaat:

  1. PKJ 4:1,2
  2. KJ 467:1-3
  3. Bersukacitalah Selalu
  4. NKB 104:1-3
  5. MAZMUR 1
  6. PKJ 146:1-2
  7. Ku Mulai dari Keluargaku

Navigasi pos

Warta Jemaat, Minggu, 22 Oktober 2023
Kebaktian Minggu, 29 Oktober 2023

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

  • YouTube
  • Foto
  • Warta Mingguan
    • Penatalayanan Kebaktian
    • Persekutuan
    • Renungan
    • Ringkasan Kegiatan
    • Statistik Kegiatan
    • Warta Jemaat
  • Nyanyian Jemaat
    • Kidung Jemaat (KJ)
    • Nyanyikanlah Kidung Baru (NKB)
    • Pelengkap Kidung Jemaat (PKJ)
  • Warta Tahunan
    • Bulan Keluarga
    • HUT GKI Harapan Indah
    • HUT PPK Tabitha
    • Jadwal Paskah
    • Jadwal Natal
    • Majalah Talenta

Warta dan Liturgi Jemaat

Warta Jemaat, Minggu 18 Oktober 2026
Liturgi, Minggu 18 Oktober 2026
Liturgi, Minggu 11 Oktober 2026

Tulisan Terakhir

  • Warta Jemaat, Minggu, 18 Oktober 2026
  • Belajar Memilih
  • Warta Jemaat, Minggu, 11 Oktober 2026
  • Belajar Kembali
  • Warta Jemaat, Minggu, 04 Oktober 2026
  • Belajar Mendengar
  • Kerjakanlah Keselamatanmu!
  • Warta Jemaat, Minggu, 20 September 2026
  • Allah Itu Baik
  • Warta Jemaat, Minggu, 13 September 2026
  • Instagram
  • YouTube
  • Facebook
  • Spotify
  • TikTok
  • Mail
myGKIHI+

Aplikasi myGKIHI+

Temukan di Google Play Unduh di App Store
Powered by WordPress Theme: BlogX by wpthemespace.com