• Syaloom
  • Kebaktian
    • Jadwal Kegiatan
    • Tata Ibadah
    • Etika Beribadah
  • Sejarah
    • Ini Aku, Utuslah Aku
    • Pos KPK Harapan Indah (Maret 1994 – Maret 1998)
    • Bakal Jemaat (Maret 1998 – Oktober 1999)
    • GKI Harapan Indah (Oktober 1999 – Sekarang)
    • Klasis Priangan GKI Sinode Wilayah Jawa Barat
  • Profil
    • Komisi
      • Komisi Anak
      • Komisi Remaja
      • Komisi Pemuda
      • Komisi Kairos
      • Komisi Wanita
      • Komisi Usia Indah
      • Komisi Musik
    • Visi dan Misi
    • Pengerja
    • Badan Hukum
    • Lokasi
    • Bakal Pos – Jemaat Mandiri GKI Symphony
    • Sekilas Situs
  • Rekening
  • Download
    • Rekap Kidung Jemaat (KJ)
    • Rekap Nyanyikanlah Kidung Baru (NKB)
    • Rekap Pelengkap Kidung Jemaat (PKJ)
    • Video Kegiatan
  • Warta-Liturgi Jemaat
  • Live Streaming
Skip to content
GKI Harapan Indah

GKI Harapan Indah

Jalan Taman Kenanga Blok HA Nomor 4 – 5, Kota Harapan Indah, Bekasi 17131, Jawa Barat, Indonesia

  • Syaloom
  • Kebaktian
    • Jadwal Kegiatan
    • Tata Ibadah
    • Etika Beribadah
  • Sejarah
    • Ini Aku, Utuslah Aku
    • Pos KPK Harapan Indah (Maret 1994 – Maret 1998)
    • Bakal Jemaat (Maret 1998 – Oktober 1999)
    • GKI Harapan Indah (Oktober 1999 – Sekarang)
    • Klasis Priangan GKI Sinode Wilayah Jawa Barat
  • Profil
    • Komisi
      • Komisi Anak
      • Komisi Remaja
      • Komisi Pemuda
      • Komisi Kairos
      • Komisi Wanita
      • Komisi Usia Indah
      • Komisi Musik
    • Visi dan Misi
    • Pengerja
    • Badan Hukum
    • Lokasi
    • Bakal Pos – Jemaat Mandiri GKI Symphony
    • Sekilas Situs
  • Rekening
  • Download
    • Rekap Kidung Jemaat (KJ)
    • Rekap Nyanyikanlah Kidung Baru (NKB)
    • Rekap Pelengkap Kidung Jemaat (PKJ)
    • Video Kegiatan
  • Warta-Liturgi Jemaat
  • Live Streaming

Renungan

Menggembalakan Bukan dengan Kuasa

- 24 April 2021 - admin 2 minutes read

Renungan Minggu, 25 April 2021

Peristiwa salib adalah paradoks akan kuasa. Pertama, peristiwa penyaliban Yesus bisa dilihat sebagai kemenangan penguasa Romawi guna menegakkan hukum Romawi di daerah jajahannya, sekaligus kemenangan para elit agama Yahudi yang terancam kedudukannya oleh pengaruh ajaran Yesus. Kedua, peristiwa penyaliban Yesus juga bisa dilihat sebagai kemenangan. Allah dalam me-wujudkan rencana keselamatan-Nya, bukan dengan kuasa yang menghancurkan kehidupan (life-threatening) tetapi sebaliknya dengan kuasa yang memulihkan kehidupan (live-giving).

Menariknya, paradoks akan kuasa yang serupa itu, kerap muncul dan dihadapi oleh umat di masa kini. Ada orang yang mengebu-gebu mendapatkan jabatan tertentu agar dapat berkuasa dan menguasai orang lain. Aneka pemilihan umum di tanah air, sekalipun sudah terus disempurnakan sistemnya dan telah menghasilkan sejumlah pemimpim yang bisa diandalkan, namun tetap saja diwarnai oleh pertarungan segelintir elit yang sekadar mencari jabatan demi kekuasaan.

Kehidupan gerejawi pun tidak luput dari ambisi akan kuasa. Ada orang-orang tertentu yang begitu ingin menjadi penatua. Ada juga pendeta-pendeta tertentu yang berambisi menduduki jabatan-jabatan tertentu, karena jabatan tertentu itu dipandang bergengsi dan dianggap menawarkan kuasa tertentu.

Minggu Paska IV adalah momen yang tepat untuk menghayati kembali pengajaran dan teladan yang diberikan oleh Yesus dalam kepemimpinan-Nya. Yesus menggambarkan diri-Nya sebagai gembala yang baik. Istilah gembala yang baik ini dikontraskan dengan orang upahan yang bukan gembala. Ada perbedaan peran dan tanggung-jawab di antara keduannya. Gembala yang baik memimpin kawanan domba dengan kasih dan kerelaan untuk berkurban. Sementara orang upahan yang bukan gembala hanya mencari kenyamanan untuk dirinya sendiri tanpa mau berkurban bagi kawanan domba gembalanya.

Umat di masa kini – dalam kadar tertentu, sesungguhnya merupakan pemimpin (setidaknya untuk diri sendiri). Pertanyaannya adalah semangat apa yang muncul dalam diri umat ketika memimpin/menggembalakan? Semangat membangun kehidupan bersama? Ataukah semangat mengeksploitasi kehidupan bersama untuk keperluan pribadi? Pertanyaan-pertanyaan ini akan terjawab pada bagian-bagian selanjutnya. Namun setidaknya, dalam melaksanakan panggilan untuk menggembalakan umat diajak untuk menghayati spiritualitas yang Yesus ajarkan dan teladankan. (Dian Penuntun Edisi 31).

Bacaan Alkitab:

  1. Kisah Para Rasul 4:5-12
  2. Mazmur 23
  3. 1 Yohanes 3:16-24
  4. Yohanes 10:11-18

Nyanyian Jemaat:

  1. KJ 415:1-2
  2. KJ 285:1-3
  3. PKJ 201:1-2
  4. PKJ 239:1-2
  5. PKJ 216:1-3
  6. KJ 407:1-2

Navigasi pos

Warta Jemaat Minggu, 18 April 2021
Kebaktian Minggu, 25 April 2021

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

  • YouTube
  • Foto
  • Warta Mingguan
    • Penatalayanan Kebaktian
    • Persekutuan
    • Renungan
    • Ringkasan Kegiatan
    • Statistik Kegiatan
    • Warta Jemaat
  • Nyanyian Jemaat
    • Kidung Jemaat (KJ)
    • Nyanyikanlah Kidung Baru (NKB)
    • Pelengkap Kidung Jemaat (PKJ)
  • Warta Tahunan
    • Bulan Keluarga
    • HUT GKI Harapan Indah
    • HUT PPK Tabitha
    • Jadwal Paskah
    • Jadwal Natal
    • Majalah Talenta

Warta dan Liturgi Jemaat

Warta Jemaat, Minggu 25 Oktober 2026
Liturgi, Minggu 18 Oktober 2026
Liturgi, Minggu 11 Oktober 2026

Tulisan Terakhir

  • Warta Jemaat, Minggu, 25 Oktober 2026
  • Belajar Mewariskan
  • Warta Jemaat, Minggu, 18 Oktober 2026
  • Belajar Memilih
  • Warta Jemaat, Minggu, 11 Oktober 2026
  • Belajar Kembali
  • Warta Jemaat, Minggu, 04 Oktober 2026
  • Belajar Mendengar
  • Kerjakanlah Keselamatanmu!
  • Warta Jemaat, Minggu, 20 September 2026
  • Instagram
  • YouTube
  • Facebook
  • Spotify
  • TikTok
  • Mail
myGKIHI+

Aplikasi myGKIHI+

Temukan di Google Play Unduh di App Store
Powered by WordPress Theme: BlogX by wpthemespace.com