• Syaloom
  • Kebaktian
    • Jadwal Kegiatan
    • Tata Ibadah
    • Etika Beribadah
  • Sejarah
    • Ini Aku, Utuslah Aku
    • Pos KPK Harapan Indah (Maret 1994 – Maret 1998)
    • Bakal Jemaat (Maret 1998 – Oktober 1999)
    • GKI Harapan Indah (Oktober 1999 – Sekarang)
    • Klasis Priangan GKI Sinode Wilayah Jawa Barat
  • Profil
    • Komisi
      • Komisi Anak
      • Komisi Remaja
      • Komisi Pemuda
      • Komisi Kairos
      • Komisi Wanita
      • Komisi Usia Indah
      • Komisi Musik
    • Visi dan Misi
    • Pengerja
    • Badan Hukum
    • Lokasi
    • Bakal Pos – Jemaat Mandiri GKI Symphony
    • Sekilas Situs
  • Rekening
  • Download
    • Rekap Kidung Jemaat (KJ)
    • Rekap Nyanyikanlah Kidung Baru (NKB)
    • Rekap Pelengkap Kidung Jemaat (PKJ)
    • Video Kegiatan
  • Warta-Liturgi Jemaat
  • Live Streaming
Skip to content
GKI Harapan Indah

GKI Harapan Indah

Jalan Taman Kenanga Blok HA Nomor 4 – 5, Kota Harapan Indah, Bekasi 17131, Jawa Barat, Indonesia

  • Syaloom
  • Kebaktian
    • Jadwal Kegiatan
    • Tata Ibadah
    • Etika Beribadah
  • Sejarah
    • Ini Aku, Utuslah Aku
    • Pos KPK Harapan Indah (Maret 1994 – Maret 1998)
    • Bakal Jemaat (Maret 1998 – Oktober 1999)
    • GKI Harapan Indah (Oktober 1999 – Sekarang)
    • Klasis Priangan GKI Sinode Wilayah Jawa Barat
  • Profil
    • Komisi
      • Komisi Anak
      • Komisi Remaja
      • Komisi Pemuda
      • Komisi Kairos
      • Komisi Wanita
      • Komisi Usia Indah
      • Komisi Musik
    • Visi dan Misi
    • Pengerja
    • Badan Hukum
    • Lokasi
    • Bakal Pos – Jemaat Mandiri GKI Symphony
    • Sekilas Situs
  • Rekening
  • Download
    • Rekap Kidung Jemaat (KJ)
    • Rekap Nyanyikanlah Kidung Baru (NKB)
    • Rekap Pelengkap Kidung Jemaat (PKJ)
    • Video Kegiatan
  • Warta-Liturgi Jemaat
  • Live Streaming

Renungan

Tujuan Hidup Orang Percaya

- 17 Januari 2014 - admin 2 minutes read

Renungan Minggu, 19 Januari 2014

Viktor Emil Frankl adalah seorang neurolog dan psikiater yang berhasil selamat dari peristiwa Holocaust. Dia adalah pencipta “logotherapy”, yang dijelaskan secara singkat dalam bukunya yang menjadi best-seller: “Man’s Search for Meaning”. Buku tersebut menceritakan tentang peristiwa Holocaust dari sudut pandang seorang psikiater. Karena peristiwa Holocaust merupakan salah satu tragedy paling mengerikan dalam sejarah perbuatan manusia modern, maka buku itu banyak dibaca oleh orang-orang. Seperti apa hasil pemikirannya? Melalui pengalamannya terjebak di dalam kamp konsentrasi tersebut, Viktor Frankl menemukan suatu metode psikoterapi yang baru: manusia akan dapat terus bertahan hidup dengan peristiwa yang dialaminya. Dalam buku Man’s Search for Meaning, Viktor Frankl mengutip ucapan Friedrich Nietzsche: He who has a why to live can bear almost any how (Friedrich Nietzsche). Maksudnya, selama seseorang masih dapat memikirkan makna mengapa suatu hal terjadi terhadap dirinya, maka dia akan tetap terus mampu untuk mempertahankan eksistensinya. Ini sungguh menarik karena Frankl mengalami sendiri kondisi menderita yang teramat berat, namun dia tetap mampu bertahan hidup dan memikirkan masa depan.

Dari hasil observasinya yang tajam selama berada di kamp konsentrasi, Frankl menemukan 3 reaksi psikologis yang dialami oleh para tahanan:
1. Shock saat pertama kali masuk ke dalam kamp konsentrasi.
2. Apatis setelah mulai terbiasa dengan kondisi yang dialaminya (mereka hanya menghiraukan hal-hal yang berkaitan dengan bertahan hidup) dan
3. Depersonalisasi, kehilangan panduan moral, kepahitan, dan mulai mengkhayal tentang kebebasan.

Melalui observasinya juga, dia menyimpulkan bahwa makna hidup selalu dapat ditemukan dalam setiap momen kehidupan. Kehidupan akan selalu memiliki makna, baik dalam penderitaan maupun saat-saat kematian. Kesimpulan Frankl mengenai pentingnya memiliki makna hidup dan kaitannya dengan kemampuan seseorang untuk bertahan hidup berasal dari pengamatan terhadap para tahanan yang pasrah dan kehilangan makna hidup. Biasanya, mereka akan berhenti melakukan kegiatan, hanya berbaring saja di tempat tahanan, lalu mati keesokan harinya. Itu semua karena mereka sudah menyerah menghadapi hidup yang tidak lagi memiliki makna bagi mereka. (Dian Penuntun edisi 17, hal 121-122).

Bacaan Alkitab:

  1. Yesaya 49:1-7
  2. Mazmur 40:1-11
  3. 1 Korintus 1:1-9
  4. Yohanes 1:29-42

Nyanyian Jemaat:

  1. KJ 15:1-3
  2. KJ 396:1,2
  3. KJ 32:1-3
  4. KJ 397:1,2
  5. KJ 450
  6. PKJ 185:1,3

Navigasi pos

Warta Jemaat Minggu, 12 Januari 2014
Kebaktian Minggu, 19 Januari 2014

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

  • YouTube
  • Foto
  • Warta Mingguan
    • Penatalayanan Kebaktian
    • Persekutuan
    • Renungan
    • Ringkasan Kegiatan
    • Statistik Kegiatan
    • Warta Jemaat
  • Nyanyian Jemaat
    • Kidung Jemaat (KJ)
    • Nyanyikanlah Kidung Baru (NKB)
    • Pelengkap Kidung Jemaat (PKJ)
  • Warta Tahunan
    • Bulan Keluarga
    • HUT GKI Harapan Indah
    • HUT PPK Tabitha
    • Jadwal Paskah
    • Jadwal Natal
    • Majalah Talenta

Warta dan Liturgi Jemaat

Warta Jemaat, Minggu 25 Oktober 2026
Liturgi, Minggu 18 Oktober 2026
Liturgi, Minggu 11 Oktober 2026

Tulisan Terakhir

  • Warta Jemaat, Minggu, 25 Oktober 2026
  • Belajar Mewariskan
  • Warta Jemaat, Minggu, 18 Oktober 2026
  • Belajar Memilih
  • Warta Jemaat, Minggu, 11 Oktober 2026
  • Belajar Kembali
  • Warta Jemaat, Minggu, 04 Oktober 2026
  • Belajar Mendengar
  • Kerjakanlah Keselamatanmu!
  • Warta Jemaat, Minggu, 20 September 2026
  • Instagram
  • YouTube
  • Facebook
  • Spotify
  • TikTok
  • Mail
myGKIHI+

Aplikasi myGKIHI+

Temukan di Google Play Unduh di App Store
Powered by WordPress Theme: BlogX by wpthemespace.com