• Syaloom
  • Kebaktian
    • Jadwal Kegiatan
    • Tata Ibadah
    • Etika Beribadah
  • Sejarah
    • Ini Aku, Utuslah Aku
    • Pos KPK Harapan Indah (Maret 1994 – Maret 1998)
    • Bakal Jemaat (Maret 1998 – Oktober 1999)
    • GKI Harapan Indah (Oktober 1999 – Sekarang)
    • Klasis Priangan GKI Sinode Wilayah Jawa Barat
  • Profil
    • Komisi
      • Komisi Anak
      • Komisi Remaja
      • Komisi Pemuda
      • Komisi Kairos
      • Komisi Wanita
      • Komisi Usia Indah
      • Komisi Musik
    • Visi dan Misi
    • Pengerja
    • Badan Hukum
    • Lokasi
    • Bakal Pos – Jemaat Mandiri GKI Symphony
    • Sekilas Situs
  • Rekening
  • Download
    • Rekap Kidung Jemaat (KJ)
    • Rekap Nyanyikanlah Kidung Baru (NKB)
    • Rekap Pelengkap Kidung Jemaat (PKJ)
    • Video Kegiatan
  • Warta-Liturgi Jemaat
  • Live Streaming
Skip to content
GKI Harapan Indah

GKI Harapan Indah

Jalan Taman Kenanga Blok HA Nomor 4 – 5, Kota Harapan Indah, Bekasi 17131, Jawa Barat, Indonesia

  • Syaloom
  • Kebaktian
    • Jadwal Kegiatan
    • Tata Ibadah
    • Etika Beribadah
  • Sejarah
    • Ini Aku, Utuslah Aku
    • Pos KPK Harapan Indah (Maret 1994 – Maret 1998)
    • Bakal Jemaat (Maret 1998 – Oktober 1999)
    • GKI Harapan Indah (Oktober 1999 – Sekarang)
    • Klasis Priangan GKI Sinode Wilayah Jawa Barat
  • Profil
    • Komisi
      • Komisi Anak
      • Komisi Remaja
      • Komisi Pemuda
      • Komisi Kairos
      • Komisi Wanita
      • Komisi Usia Indah
      • Komisi Musik
    • Visi dan Misi
    • Pengerja
    • Badan Hukum
    • Lokasi
    • Bakal Pos – Jemaat Mandiri GKI Symphony
    • Sekilas Situs
  • Rekening
  • Download
    • Rekap Kidung Jemaat (KJ)
    • Rekap Nyanyikanlah Kidung Baru (NKB)
    • Rekap Pelengkap Kidung Jemaat (PKJ)
    • Video Kegiatan
  • Warta-Liturgi Jemaat
  • Live Streaming

Renungan

Tunduk di Bawah Kedaulatan Allah

- 12 Juni 2021 - admin 2 minutes read

Renungan Minggu, 13 Juni 2021

Sepertinya akan terus membekas ingatan, bahwa Fried rich Wilhelm Nietzsche, seorang anak pendeta gereja Lutheran, yang dibesarkan dalam tradisi yang saleh, dan akhirnya menjadi seorang filsuf, justru melontarkan kritik tajam terhadap kekristenan. Nietzsche mengkritik bahwa moralitas Kristen tidak ubahnya sebagai moralitas budak yang hanya membuat manusia bermental lembek. Hal ini disebabkan bahwa moralitas Kristen mengajarkan ajaran kasih, pengampunan, mengasihi musuh, dan tidak melakukan pembalasan.

Maka dari itu, bagi Nietzsche, moralitas budak harus dilawan dengan apa yang disebutnya sebagai moralitas tuan. Apakah moralitas tuan itu? Moralitas tuan adalah pusat kehendak untuk berkuasa, moralitas tuan mengesahkan adanya kekuatan dan kekuasaan. Moralitas Kristen tidak diperlukan lagi. Tuhan tidak diperlukan lagi! Moralitas tuan akan melahirkan manusia baru yaitu manusia yang memiliki kekuasaan. Dengan kata lain, siapa yang kuat, dialah yang menang!

Terhadap kritik tajam ini, iman Kristen menghadapinya dengan sebuah sikap jelas bahwa tidak akan pernah memberi kata sepakat dan sependapat. Apa jadinya jika kelangsungan kehidupan manusia di dunia ditentukan oleh pertarungan hukum rimba yang tak segan melibas siapapun dan tanpa ampun? Manusia dapat menjadi predator bagi sesamanya karena untuk bertahan hidup harus membunuh dan “memakan” yang lain.

Kehidupan tidak didesain sebagai lahan cinta namun membangun panggung kuasa, perang antar anak manusia menjadi warisan turun temurun yang masih jauh dari kata usai, dan pada akhirnya akan melahirkan orang-orang kuat atau “manusia super” yang menahbiskan diri sebagai pemenang. Para pemenang masih bisa bertarung sampai ada pemenang tunggal dan pemenang tunggal pun lama kelamaan akan mati karena naturnya. Hukum rimba adalah hukum kebinasaan! Menempatkan kekuatan dan kekuasaan sebagai faktor penentu kehidupan adalah tak ubahnya merakit bom waktu yang dapat meledak pada waktunya dan membinasakan yang merakitnya.

Iman Kristen memahami bahwa kehidupan ini sebagai anugerah Tuhan sehingga harus dihidupi dengan anugerah Tuhan pula. Memberlakukan kasih dan pengampunan adalah model menghidupi kehidupan ini dengan anugerah tersebut. Spiritualitas Kristen adalah spiritualitas Yesus Kristus yaitu spiritualitas kehambaan dan bukan kekuasaan. Menghayati hidup sebagai anugerah Tuhan adalah menyakini bahwa hidup ini memang digerakkan oleh kedaulatan Tuhan, bukan kedaulatan otoriter melainkan kedaulatan cinta kasih bagi umat-Nya. Kedaulatan Tuhan adallah jalan kehidupan. (Dian Penuntun 32).

Bacaan Alkitab:

  1. Yehezkiel 17:22-24/li>
  2. Mazmur 92:2-5, 13-16
  3. 2 Korintus 5:6-17
  4. Markus 4:26-34

Nyanyian Jemaat:

  1. –
  2. –
  3. –
  4. –
  5. –
  6. –

Navigasi pos

Warta Jemaat Minggu, 6 Juni 2021
Kebaktian Minggu, 13 Juni 2021

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

  • YouTube
  • Foto
  • Warta Mingguan
    • Penatalayanan Kebaktian
    • Persekutuan
    • Renungan
    • Ringkasan Kegiatan
    • Statistik Kegiatan
    • Warta Jemaat
  • Nyanyian Jemaat
    • Kidung Jemaat (KJ)
    • Nyanyikanlah Kidung Baru (NKB)
    • Pelengkap Kidung Jemaat (PKJ)
  • Warta Tahunan
    • Bulan Keluarga
    • HUT GKI Harapan Indah
    • HUT PPK Tabitha
    • Jadwal Paskah
    • Jadwal Natal
    • Majalah Talenta

Warta dan Liturgi Jemaat

Warta Jemaat, Minggu 25 Oktober 2026
Liturgi, Minggu 18 Oktober 2026
Liturgi, Minggu 11 Oktober 2026

Tulisan Terakhir

  • Warta Jemaat, Minggu, 25 Oktober 2026
  • Belajar Mewariskan
  • Warta Jemaat, Minggu, 18 Oktober 2026
  • Belajar Memilih
  • Warta Jemaat, Minggu, 11 Oktober 2026
  • Belajar Kembali
  • Warta Jemaat, Minggu, 04 Oktober 2026
  • Belajar Mendengar
  • Kerjakanlah Keselamatanmu!
  • Warta Jemaat, Minggu, 20 September 2026
  • Instagram
  • YouTube
  • Facebook
  • Spotify
  • TikTok
  • Mail
myGKIHI+

Aplikasi myGKIHI+

Temukan di Google Play Unduh di App Store
Powered by WordPress Theme: BlogX by wpthemespace.com