Renungan Minggu, 05 April 2026 (Minggu Paskah I)
Perjumpaan seseorang dengan Tuhan seharusnya membawa dampak nyata dalam hidupnya. Pengenalan akan Tuhan semestinya mengubah cara pandang, pilihan, dan keputusan dalam kehidupan sehari-hari. Namun pada kenyataannya, ada banyak orang Kristen yang menjalani kehidupan yang tetap sama, seolah-olah perjumpaan dengan Yesus tidak membawa pengaruh apa pun. Hal ini sangat berbeda dengan para murid Yesus. Perjumpaan mereka dengan Yesus yang bangkit mengubahkan kehidupan mereka secara menyeluruh, baik dalam cara pandang maupun fokus hidup.
Yesus mengubah ketakutan mereka menjadi keberanian untuk hidup sebagai saksi Injil Kristus, meskipun mereka harus berhadapan dengan berbagai kekuatan yang berusaha menindas dan membungkam. Selain itu, mereka juga menerima orientasi hidup yang baru dalam terang kebangkitan Kristus. Jika sebelumnya mereka berharap Yesus menjadi Mesias yang menegakkan kejayaan bangsa Israel, kini Tuhan memberikan kepada mereka visi dan misi global bagi semua bangsa. Secara perlahan namun pasti, Tuhan membawa mereka masuk ke dalam paradigma baru, termasuk dalam memandang bangsa-bangsa non-Yahudi.
Perubahan ini juga mencakup cara pandang terhadap perempuan. Bukan suatu kebetulan bahwa saksi mula-mula kebangkitan adalah murid-murid perempuan. Hal ini menunjukkan bahwa dalam karya keselamatan Tuhan, tidak ada batasan budaya, gender, atau latar belakang. Semua orang dipanggil untuk menjadi saksi-Nya.
Dengan demikian, Paskah bukan hanya sekadar peristiwa sejarah, melainkan juga perubahan identitas dan orientasi hidup para murid. Cara berpikir, bertindak, dan berharap mereka berubah sepenuhnya—hidup mereka tidak lagi sama. Kubur kosong menyatakan bahwa kematian bukanlah akhir dari kisah. Yesus yang bangkit menegaskan bahwa pengharapan lebih kuat daripada keputusasaan. Kabar Injil harus dibawa kepada segala bangsa karena kasih Allah tidak terbatas. Umat percaya dipanggil untuk hidup dalam visi surgawi dan semangat kebangkitan. (Dian Penuntun Edisi 41)
Bacaan Alkitab
1. Yesaya 50:4-9A;
2. Mazmur 31:10-17;
3. Filipi 2:5-11;
4. Matius 27:11-54;







